PANGKALPINANG, DAN – Pemerintah Kota Pangkalpinang mendorong peningkatan kualitas dan daya saing produk UMKM sektor kelautan dan perikanan melalui program pelatihan serta sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP). Langkah ini diharapkan membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk menembus pasar ekspor.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, saat menghadiri penyerahan sertifikat HACCP kepada pelaku usaha kelautan dan perikanan di Smart Room Center Lantai 2 Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Rabu (4/3/2026). Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Pangkalpinang, Bank Indonesia, dan Balai Mutu Kelautan dan Perikanan dalam upaya meningkatkan standar mutu produk UMKM di sektor kelautan dan perikanan.
Dalam sambutannya, Prof. Saparudin menegaskan bahwa pelatihan dan sertifikasi HACCP memiliki peran penting untuk menjamin kualitas produk yang dihasilkan pelaku usaha.
“BI dan Balai Mutu telah merespons keinginan Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk memberikan pelatihan jaminan mutu produk perikanan dan kelautan. Ini penting untuk menjamin produk-produk yang dihasilkan UMKM memiliki standar mutu nasional maupun internasional,” ujarnya.
Menurut Wali Kota, pemenuhan standar mutu tersebut menjadi modal utama bagi pelaku usaha agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor.
“Dengan terpenuhinya standar mutu ini, baik nasional maupun internasional, pelaku usaha bisa mengekspor produk-produk mereka ke pasar global,” tegasnya.
Wali Kota juga menyampaikan bahwa sejumlah pelaku usaha Pangkalpinang telah berhasil memperoleh kontrak pengiriman produk ke luar negeri.
“Saya tadi mendapat informasi bahwa beberapa pelaku usaha kita sudah mendapatkan kontrak pengiriman, baik ke Singapura maupun ke Eropa,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak sembilan pelaku usaha menerima sertifikat HACCP. Pemerintah Kota Pangkalpinang memastikan akan terus melakukan pembinaan dan pendampingan agar lebih banyak UMKM mampu memenuhi standar yang dipersyaratkan.
“Dari sembilan ini nanti juga kita lakukan pembinaan dan pendampingan agar produk-produk mereka bisa benar-benar menembus pasar internasional,” jelas Prof Udin.
Prof Udin menegaskan bahwa program pelatihan dan sertifikasi ini akan terus diupayakan secara berkelanjutan setiap tahun. Dengan demikian, semakin banyak pelaku usaha kelautan dan perikanan di Pangkalpinang yang dapat mengantongi sertifikat HACCP.
“Kita akan upayakan terus agar setiap tahun bisa melaksanakan pelatihan seperti ini, sehingga semakin banyak UMKM kita yang mengantongi HACCP,” tutupnya. (*/tim)













