PANGKALPINANG, DAN – Dalam rangka meningkatkan kualitas hidup kelompok lansia, Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bersama sejumlah instansi terkait menggelar diskusi dan koordinasi mengenai pemberdayaan dan pemajuan hak kelompok lanjut usia (lansia). Kegiatan yang berlangsung pada Kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) Mentari, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, ini melibatkan berbagai pihak penting untuk memastikan langkah-langkah pemberdayaan lansia berjalan secara efektif, Rabu (15/04/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten Deputi Koordinasi Pemberdayaan dan Pemajuan Hak Kelompok Rentan Kemenko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Permasyarakatan Republik Indonesia, Temmanengnga, S.IP., M.A., Kepala Perwakilan BKKBN Babel, Fazar Supriadi Sentosa, S.H., serta Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkot Pangkalpinang yang juga menjabat sebagai Kepala DP3AKB Kota Pangkalpinang, Drs. Agustu Afendi, M.Si, Camat Pangkalbalam, dan Lurah Ketapang.
Dalam sambutannya, Temmanengnga menyampaikan bahwa pemberdayaan lansia harus didasarkan pada pendekatan yang lebih inklusif, tidak hanya mencakup bantuan fisik, tetapi juga mencakup upaya menciptakan regulasi yang mendukung kesejahteraan lansia dan sinergi antar lembaga yang solid.
“Pemberdayaan lansia bukan hanya soal bantuan fisik, tetapi bagaimana kita menciptakan regulasi yang mendukung dan sinergi antar lembaga yang solid. Ini adalah langkah penting dalam memastikan setiap individu, khususnya lansia, mendapatkan hak-hak mereka dengan layak,” ungkapnya.
Diskusi tersebut juga memberikan kesempatan untuk memetakan berbagai kegiatan yang telah dilakukan untuk pemberdayaan lansia, salah satunya adalah penguatan peran Kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) Mentari dalam memberikan akses dan layanan kepada lansia di wilayah tersebut. Kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga sosial, dan masyarakat menjadi kunci untuk memastikan pemberdayaan lansia berjalan optimal.
Kepala Perwakilan BKKBN Babel, Fazar Supriadi Sentosa, S.H., yang turut mendampingi kegiatan tersebut, menegaskan bahwa kerja sama antar lembaga sangat penting dalam mewujudkan kesejahteraan lansia. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan pelayanan yang merata dan terjangkau bagi seluruh kelompok lansia di daerah.
“Kerja sama ini merupakan bukti nyata dari komitmen kami untuk terus mendorong pemberdayaan lansia. Melalui kolaborasi antar lembaga, kami berharap bisa mengatasi berbagai tantangan yang ada, seperti ketersediaan akses layanan yang merata bagi lansia, serta memastikan bahwa mereka tetap dapat hidup dengan martabat dan diakui hak-haknya,” ujarnya.
Dengan adanya diskusi dan kolaborasi antar lembaga ini, diharapkan akan tercipta kebijakan yang lebih inklusif dan berkelanjutan yang dapat meningkatkan kesejahteraan lansia di Babel. Sinergi antar lembaga dan partisipasi masyarakat menjadi hal yang sangat vital agar pemberdayaan lansia dapat berjalan efektif dan sesuai dengan harapan bersama.
Kegiatan ini juga mengingatkan kita akan pentingnya memprioritaskan kelompok lansia sebagai bagian integral dari masyarakat yang harus mendapatkan perhatian khusus, baik dalam segi kesehatan, akses layanan, maupun perlindungan sosial. (*/red)













