Pangkalpinang

Cawawako Bahas Sinergi Pembangunan dan Multikultur dalam Debat Pilkada Pangkalpinang Ulang 2025

×

Cawawako Bahas Sinergi Pembangunan dan Multikultur dalam Debat Pilkada Pangkalpinang Ulang 2025

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, DAN – Keberagaman etnis di Pangkalpinang dipandang sebagai modal penting dalam mewujudkan pembangunan kota yang inklusif dan berkelanjutan. Hal itu mengemuka dalam Debat Pilkada Ulang 2025 pada sesi Wakil Wali Kota, Selasa (19/8/2025), ketika para kandidat menyampaikan gagasan untuk menggabungkan pertumbuhan ekonomi dengan kearifan lokal serta semangat persatuan.

Calon Wakil Wali Kota Nomor Urut 3, Dessy Ayu Trisna menyebutkan, Pangkalpinang terdiri dari 30 persen etnis. Dia menilai potensi etnis Tionghoa yang cukup besar di Pangkalpinang dapat dioptimalkan melalui festival budaya.

“Festival seperti Ceng Beng bisa dijadikan agenda rutin tahunan agar kota ini dikenal hingga ke mancanegara,” ujarnya.

Dessy juga menekankan pentingnya mengangkat tradisi lokal seperti Nganggung untuk memperkuat daya tarik wisata budaya.

Nomor Urut 4, Dede Purnama mendorong lahirnya perda khusus untuk menjaga kerukunan dan warisan budaya. Pihaknya akan mendorong lahirnya perda toleransi serta perda perlindungan budaya.

“Kami juga akan membangun kampung multietnik sebagai simbol keberagaman dan menyelenggarakan festival multikultur yang terstruktur,” katanya.

Sementara itu, Nomor Urut 1, Radmida Dawam menekankan bahwa keberagaman justru harus menjadi modal pembangunan.

“Perbedaan etnis jangan dijadikan pemisah, tetapi sebagai investasi sosial untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kota,” tegasnya.

Calon Nomor Urut 2, Zeki Yamani, menambahkan pentingnya sinergi antar lembaga.

“Percepatan pembangunan harus dilakukan dalam harmoni. Eksekutif, legislatif, dan forkopimda harus berhubungan baik agar pembangunan berjalan efektif,” ujarnya. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *