PANGKALPINANG, DAN – Sebanyak 99 lansia dari tujuh kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) diwisuda dalam prosesi Sekolah Lansia Berdaya yang berlangsung di Ruang Mahligai Gubernur. Hingga saat ini, total peserta aktif program Sekolah Lansia di Babel telah mencapai 140 orang.
Wisuda ini menjadi bentuk apresiasi atas semangat para lansia yang telah mengikuti proses pembelajaran intensif mencakup materi kesehatan, gizi, olahraga, pengelolaan stres, spiritualitas, literasi, kewirausahaan, dan pelatihan digital dasar. Program Sekolah Lansia Berdaya merupakan bagian dari inisiatif “Sekolah Kehidupan Lansia” yang digagas sejak awal 2024, bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, serta aktivitas sosial produktif.
“Wisuda ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga sarana edukasi masyarakat bahwa lansia dapat tetap sehat, produktif, dan mandiri dalam mendukung terwujudnya lansia tangguh menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Kepala Perwakilan BKKBN Kepulauan Bangka Belitung, Fazar Supriadi Sentosa.
Fazar menjelaskan bahwa model pembelajaran dibagi dalam tiga jenjang simbolik: S1 (Standar 1) untuk pemahaman diri, seperti kesehatan dan gizi; S2 untuk berbagi ilmu dengan keluarga; dan S3 untuk kontribusi lansia kepada masyarakat luas.
“Mereka belajar agar bisa mengingatkan anak cucunya tentang pentingnya gizi, pola hidup sehat, dan pencegahan stunting. Ini kontribusi nyata lansia dalam pembangunan manusia Indonesia,” tambahnya.
Pemprov Babel menilai, keberadaan Sekolah Lansia mencerminkan praktik baik dalam mewujudkan pembangunan inklusif dan berkelanjutan, sekaligus membuktikan bahwa usia bukan halangan untuk terus belajar dan berkontribusi bagi bangsa. (*/red)













