PangkalpinangPendidikan & Budaya

DPRD Babel Dorong Literasi Keuangan Pelajar Pangkalpinang, Waspadai Risiko Layanan Digital

×

DPRD Babel Dorong Literasi Keuangan Pelajar Pangkalpinang, Waspadai Risiko Layanan Digital

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, DAN – DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mendorong penguatan literasi keuangan di kalangan generasi muda, khususnya pelajar yang mulai memasuki usia dewasa dan aktif menggunakan layanan keuangan digital. Edukasi tersebut menjadi fokus Reses Masa Sidang III Tahun Sidang II Tahun 2026 anggota DPRD Babel Daerah Pemilihan (Dapil) I Kota Pangkalpinang yang digelar di SMKN 2 Pangkalpinang, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti para guru serta ratusan pelajar tingkat SMA/SMK se-Kota Pangkalpinang. Untuk memperkuat materi edukasi, DPRD Babel menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Babel dan Bank Sumsel Babel Cabang Pangkalpinang.

Wakil Ketua I DPRD Babel, Eddy Iskandar mengatakan, reses gabungan Dapil Pangkalpinang sengaja dilakukan dengan melibatkan seluruh anggota DPRD Babel dari daerah pemilihan tersebut. Menurutnya, format bersama memungkinkan wakil rakyat menyerap aspirasi masyarakat secara lebih utuh karena berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat tidak hanya berkaitan dengan satu bidang atau komisi.

“Di Pangkalpinang kami selalu melakukan reses secara bersama-sama, karena persoalan yang dihadapi masyarakat tidak hanya berkaitan dengan satu komisi saja. Dengan format gabungan seperti ini, kami dapat menangkap secara utuh kebutuhan serta aspirasi masyarakat untuk diperjuangkan dalam program pemerintah,” ujarnya.

Dalam reses gabungan tersebut, hadir pula anggota DPRD Babel Dapil Pangkalpinang, yakni Monica Haprinda, Hardi Effendi, Ucok Oktahaber, Dody Kusdian, Sadiri, dan Rustam Mataris. Selain menjadi ruang menyerap aspirasi, kegiatan ini juga diarahkan untuk memberikan pengetahuan yang relevan dengan persoalan yang dihadapi generasi muda saat ini.

Eddy menjelaskan, literasi keuangan menjadi salah satu isu penting karena sebagian pelajar mulai memasuki usia dewasa, memiliki KTP, serta menggunakan rekening perbankan dan berbagai layanan keuangan digital. Kondisi tersebut perlu diiringi pemahaman yang memadai agar generasi muda mampu mengelola keuangan secara bijak sekaligus mengenali potensi risiko dari layanan keuangan yang mereka gunakan.

“Literasi keuangan ini harus terus digencarkan, terutama kepada mereka yang baru memiliki KTP dan rekening bank. Mereka harus memahami bagaimana mengelola keuangan dengan baik serta mampu membedakan layanan keuangan legal dan ilegal,” jelasnya.

Eddy menilai, edukasi sejak usia pelajar penting untuk mencegah generasi muda terjerat persoalan keuangan, termasuk pinjaman online ilegal dan berbagai aktivitas keuangan digital yang berisiko maupun melanggar hukum. Menurutnya, kecakapan finansial tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menabung, tetapi juga kemampuan mengambil keputusan keuangan secara aman dan bertanggung jawab.

Dalam kesempatan itu, OJK Babel memberikan edukasi mengenai fungsi dan peran OJK, perencanaan keuangan, serta pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan digital yang berisiko. Materi tersebut diharapkan dapat membekali pelajar agar lebih kritis sebelum menggunakan produk maupun layanan keuangan.

Sementara itu, Bank Sumsel Babel Cabang Pangkalpinang mengangkat materi bertajuk “Generasi Cerdas Finansial”. Materi tersebut menekankan pentingnya membangun kebiasaan mengelola keuangan secara sehat sejak usia pelajar, sehingga generasi muda memiliki dasar yang kuat dalam menentukan prioritas dan mengambil keputusan finansial.

Eddy menegaskan, DPRD Babel Dapil Pangkalpinang akan terus mengawal berbagai persoalan masyarakat, termasuk isu ekonomi dan keuangan yang berdampak langsung terhadap kehidupan generasi muda. Ia juga menyebut kekompakan anggota DPRD dari Dapil Pangkalpinang menjadi modal penting dalam menyuarakan dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat.

“Kami di DPRD Babel selalu kompak dan solid dalam menyuarakan serta memperjuangkan aspirasi masyarakat. Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat akan menjadi perhatian dan bahan perjuangan kami,” tambahnya.

Melalui reses tersebut, DPRD Babel berharap generasi muda di Kota Pangkalpinang tidak hanya menjadi pengguna layanan digital, tetapi juga memiliki kecakapan dalam mengelola keuangan. Dengan literasi finansial yang lebih baik, pelajar diharapkan mampu mengenali risiko, memilih layanan keuangan yang legal, serta mengambil keputusan keuangan secara tepat dan bertanggung jawab. (*/ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *