Pangkalpinang

Pasar Pagi Pangkalpinang Overload, Pemkot Siapkan Pasar Baru Mulai 2027

×

Pasar Pagi Pangkalpinang Overload, Pemkot Siapkan Pasar Baru Mulai 2027

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, DAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang mulai menyiapkan pembangunan pasar baru untuk mengatasi kondisi Pasar Pagi yang semakin padat dan kelebihan kapasitas. Pemkot tengah mengkaji sejumlah lokasi, di antaranya kawasan Gerunggang dan Air Itam, dengan pembangunan salah satu pasar ditargetkan mulai direalisasikan pada 2027.

Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin mengatakan, kondisi Pasar Pagi saat ini sudah tidak mampu menampung jumlah pedagang yang terus bertambah. Bahkan, area yang semestinya digunakan sebagai tempat parkir telah dipenuhi aktivitas perdagangan.

“Pasar pagi ini sudah overload. Artinya ruang berjualan lebih sedikit daripada pedagangnya, jadi pedagangnya memang sudah banyak sekali,” katanya saat meninjau kondisi Pasar Pagi, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Saparudin, kepadatan terutama terjadi di bagian bawah pasar. Sementara itu, lantai atas masih relatif kosong dan saat ini hanya ditempati satu hingga dua pedagang.

Kondisi tersebut membuat sejumlah pedagang yang masih berjualan di luar area pasar kesulitan mendapatkan ruang untuk masuk ke dalam pasar. Untuk mengoptimalkan ruang yang tersedia, Pemkot akan menata ulang komposisi pedagang dengan mendorong pedagang barang kering, seperti bumbu, untuk menempati lantai atas.

“Nanti kita akan coba untuk memindahkan pedagang-pedagang yang khusus berjualan barang kering, seperti bumbu, kita letakkan di atas,” ujarnya.

Pemkot juga menyiapkan skema keringanan pembayaran bagi pedagang yang bersedia berpindah selama masa transisi. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu pedagang beradaptasi sekaligus memberikan waktu bagi pelanggan untuk mengetahui lokasi baru tempat mereka berjualan.

“Karena biasanya kalau mereka pindah, langganannya belum tahu. Jadi kita berikan keringanan dulu untuk pembayaran, mereka transisi,” jelasnya.

Meski demikian, Pemkot menilai penataan Pasar Pagi tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan kepadatan pedagang dalam jangka panjang. Pertumbuhan aktivitas perdagangan dan perkembangan kawasan perkotaan membuat Pangkalpinang dinilai membutuhkan tambahan pasar di sejumlah titik strategis.

Saparudin mengatakan, Pemkot tengah melakukan survei terhadap beberapa lokasi yang berpotensi menjadi kawasan pasar baru. Gerunggang dan Air Itam menjadi dua kawasan yang saat ini masuk dalam kajian pemerintah karena dinilai memiliki potensi akses yang baik bagi masyarakat.

“Memang Pangkalpinang dengan perkembangan kota ini, kita membutuhkan beberapa pasar baru. Kami sedang melakukan survei terhadap titik-titik lokasi yang cukup strategis, sehingga memudahkan akses masyarakat untuk bisa pergi dan pulang ke pasar itu,” ungkapnya.

Untuk salah satu rencana pembangunan pasar, Pemkot Pangkalpinang telah menyiapkan anggaran pembebasan lahan. Jika proses perencanaan dan pengadaan lahan berjalan sesuai target, pembangunan pasar baru berpeluang mulai dilaksanakan pada 2027 melalui perubahan anggaran.

“Kalau secepatnya, tahun 2027 mungkin di ABT sudah ada. Kemarin kita sudah anggarkan untuk pembebasan lahan untuk pasar itu,” tuturnya.

Pemkot membutuhkan lahan minimal sekitar setengah hektare untuk pembangunan pasar baru, termasuk area parkir. Namun, Saparudin berharap dapat memperoleh lahan hingga satu hektare agar pasar memiliki fasilitas parkir yang lebih memadai.

“Kita minimal minta paling tidak setengah hektare, termasuk dengan parkir. Kalau bisa sih satu hektare, tapi susah mencari lahan satu hektare satu hamparan yang tempatnya strategis,” katanya.

Selain rencana pembangunan pasar baru, Pemkot Pangkalpinang juga akan melanjutkan penertiban aktivitas perdagangan yang menggunakan fasilitas publik. Setelah pedagang yang menggunakan badan jalan mulai ditertibkan, pemerintah kini akan menyasar pedagang yang masih memanfaatkan trotoar.

“Kalau yang memakai badan jalan sudah tidak ada lagi. Tapi masih makan trotoar. Nanti tahap kedua kita penertiban lagi,” tegasnya.

Di sisi lain, Pemkot juga menyiapkan sejumlah perbaikan infrastruktur di beberapa pasar. Perbaikan akan dilakukan di Pasar Pangkalpinang dan Pasar Paritlalang, sedangkan Pasar Pagi akan mendapatkan pengaspalan pada bagian dalam pasar yang mengalami kerusakan.

“Kalau Pasar Pagi kita ada pengaspalan di dalam, yang rusak-rusak itu kita aspal full di dalam,” jelasnya. (*/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *