BANGKA, DAN – Persoalan beasiswa dan kebutuhan sarana pendidikan menjadi aspirasi utama yang disampaikan sivitas akademika Institut Pahlawan 12 Kabupaten Bangka saat mengikuti kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Maryam, Sabtu (12/9/2026). Dalam Reses Masa Sidang III Tahun Sidang II Tahun 2026 tersebut, dosen dan mahasiswa juga menyampaikan sejumlah masukan terkait pengembangan pendidikan tinggi di Bangka Belitung.
Salah satu persoalan yang mendapat perhatian yakni program beasiswa bagi mahasiswa berprestasi maupun mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Sivitas akademika juga menyoroti keterlambatan pencairan beasiswa hasil kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Babel yang dinilai masih terkendala proses birokrasi.
Menanggapi aspirasi tersebut, Maryam menyatakan akan menampung dan meneruskannya kepada pihak terkait agar persoalan yang disampaikan dapat segera mendapatkan solusi. Menurutnya, dukungan terhadap dunia pendidikan merupakan salah satu hal yang perlu terus diperkuat, termasuk dalam memastikan akses pendidikan bagi mahasiswa.
“Kami akan menyerap aspirasi ini dan berkoordinasi dengan pihak terkait, karena dukungan terhadap dunia pendidikan menjadi salah satu perhatian DPRD Babel,” katanya.
Selain berdialog mengenai persoalan beasiswa, Maryam memberikan motivasi kepada mahasiswa agar terus bersemangat menuntut ilmu dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus yang mampu membawa perubahan serta membanggakan daerah. Ia menekankan bahwa tantangan dunia saat ini membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter, integritas, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Mahasiswa harus terus bersemangat belajar, karena masa depan daerah ini ada di tangan generasi muda. Ilmu harus dibarengi dengan karakter dan integritas,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Institut Pahlawan 12, Daarol Arkum mengapresiasi kehadiran Maryam dalam kegiatan reses tersebut. Ia menyebut Maryam sebagai anggota DPRD Babel pertama yang melaksanakan kegiatan reses di lingkungan kampus Institut Pahlawan 12.
“Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bu Maryam, yang menjadi anggota dewan pertama kali yang masuk ke Institut Pahlawan 12 untuk melakukan kegiatan reses ini,” ujarnya.
Menurut Daarol, kegiatan reses tersebut menjadi bentuk perhatian dan kepedulian DPRD Babel terhadap pengembangan lembaga pendidikan tinggi di Babel. Melalui pertemuan tersebut, pihak kampus dapat menyampaikan secara langsung berbagai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi dalam mendukung aktivitas akademik.
Sejumlah kebutuhan prioritas turut disampaikan pihak kampus, mulai dari pembangunan masjid sebagai fasilitas penting bagi sivitas akademika hingga pengadaan meja dan kursi belajar untuk melengkapi gedung yang telah tersedia. Kampus juga mengusulkan dukungan terhadap sarana pembelajaran berupa infocus, laptop, dan komputer untuk menunjang proses perkuliahan, pengabdian kepada masyarakat, serta kegiatan riset.
“Kami berharap aspirasi dan program yang kami sampaikan dapat diserap oleh Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, terutama dalam rangka memperkuat institusi pendidikan,” ungkap Daarol.
Kegiatan reses tersebut sekaligus menjadi ruang dialog antara legislatif dan sivitas akademika untuk mengidentifikasi kebutuhan pendidikan tinggi di daerah. Aspirasi yang dihimpun diharapkan dapat menjadi bahan tindak lanjut dalam memperkuat dukungan pemerintah terhadap akses, fasilitas, dan kualitas pendidikan tinggi di Babel. (*/ril)















