Nasional & Internasional

Perkuat Kelistrikan Wilayah Kepulauan, GM PLN Babel Raih Nusantara Electrification Award 2026

×

Perkuat Kelistrikan Wilayah Kepulauan, GM PLN Babel Raih Nusantara Electrification Award 2026

Sebarkan artikel ini
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Bangka Belitung (UIW Babel), Ira Savitri, meraih penghargaan Nusantara Electrification Award (NEA) 2026 dengan predikat A Pioneer of Electrification in Archipelagic Regions.

JAKARTA, DAN – General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Bangka Belitung (UIW Babel), Ira Savitri, meraih penghargaan Nusantara Electrification Award (NEA) 2026 dengan predikat A Pioneer of Electrification in Archipelagic Regions. Penghargaan yang diserahkan di Jakarta, Jumat (30/10/2026), tersebut diberikan atas kepemimpinan dan berbagai upaya penguatan infrastruktur, peningkatan keandalan pasokan, serta perluasan akses listrik di wilayah kepulauan.

Salah satu capaian yang menjadi perhatian adalah penguatan interkoneksi listrik Sumatera–Bangka Sirkit II yang kembali beroperasi pada Oktober 2025. Infrastruktur tersebut meningkatkan kemampuan penyaluran listrik dari Sumatera ke Pulau Bangka dari sebelumnya 60 megawatt (MW) menjadi 100 MW, sehingga memperkuat dukungan pasokan untuk kebutuhan rumah tangga, dunia usaha, dan pelayanan publik.

Selain penguatan infrastruktur, PLN UIW Babel juga mencatat perbaikan indikator keandalan listrik. Hingga September 2026, rata-rata durasi gangguan listrik di wilayah kerjanya turun 8,19 persen, sedangkan frekuensi gangguan menurun 27,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian tersebut didukung oleh pemeliharaan jaringan, peningkatan kesiapan sistem kelistrikan, serta koordinasi seluruh insan PLN dalam menjaga kontinuitas pasokan listrik kepada masyarakat.

Di wilayah kepulauan seperti Bangka Belitung, pemerataan layanan listrik memiliki tantangan tersendiri karena kondisi geografis dan keterbatasan akses antarpulau. Karena itu, PLN UIW Babel terus mengembangkan pendekatan dan teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

Salah satu implementasinya dilakukan di Pulau Buntar, Kabupaten Bangka Selatan. Melalui sistem pembangkit listrik diesel yang dipadukan dengan teknologi penyimpanan energi berbasis baterai, PLN berhasil meningkatkan durasi layanan listrik di pulau tersebut dari sebelumnya 12 jam menjadi 24 jam setiap hari.

Peningkatan layanan ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, mulai dari mendukung kegiatan belajar anak-anak, aktivitas rumah tangga, hingga membuka peluang pengembangan usaha. Sistem tersebut juga diklaim mampu menekan konsumsi bahan bakar sekitar 47 persen serta mengurangi emisi karbon dengan estimasi 12,91 ton CO₂ per tahun.

General Manager PLN UIW Bangka Belitung, Ira Savitri mengatakan, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperluas manfaat listrik bagi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan PLN tidak hanya diukur dari kemampuan menyediakan pasokan listrik, tetapi juga dari dampak yang dirasakan masyarakat.

“Bagi kami, keberhasilan PLN tidak hanya diukur dari seberapa kuat pasokan listrik yang tersedia, tetapi juga dari seberapa besar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. Ketika listrik semakin andal dan dapat dinikmati sepanjang hari, semakin banyak kesempatan yang terbuka bagi anak-anak untuk belajar, masyarakat untuk beraktivitas, dan pelaku usaha untuk berkembang. Inilah yang terus kami upayakan bersama seluruh insan PLN,” ujarnya.

Ira menambahkan, kondisi geografis Bangka Belitung menuntut PLN untuk terus beradaptasi dan berinovasi dalam menghadirkan layanan kelistrikan. Penguatan infrastruktur, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pasokan listrik di seluruh wilayah kerja.

Di sisi internal, PLN UIW Babel juga melakukan penguatan organisasi melalui pembentukan Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) untuk mendukung pengelolaan jaringan listrik. Selain itu, pemanfaatan sistem digital terus dikembangkan guna meningkatkan efektivitas pengelolaan data dan proses operasional.

Komitmen PLN terhadap masyarakat juga diwujudkan melalui sejumlah program pemberdayaan sosial dan ekonomi. Di antaranya, peningkatan keterampilan dan peluang ekonomi bagi perempuan, dukungan terhadap penyandang disabilitas melalui Rumah Batik Kelekak di Belitung, serta pengembangan pembelajaran digital bagi anak-anak di Pulau Lepar.

Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya PLN dalam menghubungkan pembangunan infrastruktur kelistrikan dengan peningkatan kapasitas masyarakat. Dengan pasokan listrik yang lebih andal, masyarakat diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan keterampilan, menjalankan usaha, dan meningkatkan kemandirian ekonomi.

Ira menegaskan, penghargaan NEA 2026 menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran PLN UIW Babel untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja pelayanan.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan memperluas manfaat listrik bagi masyarakat. Upaya tersebut membutuhkan kolaborasi, inovasi, dan komitmen seluruh insan PLN. Kami ingin setiap langkah yang dilakukan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung kemajuan Bangka Belitung,” tambahnya.

Melalui semangat One Team! One Rhythm! Melesat Beyond Boundaries!, PLN UIW Babel berkomitmen melanjutkan penguatan sinergi internal, menjaga keandalan pasokan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperluas akses energi bagi masyarakat di wilayah kepulauan. Penghargaan ini sekaligus menjadi pengakuan atas berbagai upaya pengembangan kelistrikan di Bangka Belitung, terutama dalam menjawab tantangan geografis dan menghadirkan layanan energi yang semakin merata bagi masyarakat. (*/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *