Nasional & InternasionalOlahraga

AS Roma Mengamuk! Hancurkan Udinese 5-2 dan Terus Bayangi Puncak Klasemen

×

AS Roma Mengamuk! Hancurkan Udinese 5-2 dan Terus Bayangi Puncak Klasemen

Sebarkan artikel ini
Sumber Foto: asroma.com

UDINE, DAN – AS Roma menunjukkan ketajaman luar biasa di bawah arahan Gian Piero Gasperini. Kemenangan telak 5-2 atas Udinese pada pekan ke-10 Serie A 2026/2027, Sabtu (31/10/2026), semakin menegaskan produktivitas lini serang Giallorossi yang kini menjadi salah satu kekuatan paling menonjol di kompetisi kasta tertinggi Italia tersebut.

Bermain di markas Udinese, Roma tampil dominan sejak awal pertandingan. Bryan Cristante membuka keunggulan melalui sundulan pada menit ke-10. Rodrigo Mora kemudian menggandakan skor pada menit ke-31, disusul gol Donyell Malen dua menit berselang.

Keunggulan Roma semakin jauh setelah Evan Ndicka mencetak gol keempat. Giallorossi menutup babak pertama dengan keunggulan 4-0, sebuah penampilan impresif yang bahkan dilengkapi dua peluang yang membentur tiang melalui Matias Soulé dan Malen.

Udinese berusaha bangkit pada babak kedua. Gol mantan pemain Roma, Nicolò Zaniolo, dan Palma sempat memberikan tekanan kepada tim tamu. Gasperini pun mulai melakukan rotasi dengan menarik keluar sejumlah pemain untuk menjaga kebugaran skuad menghadapi jadwal pertandingan berikutnya.

Namun, harapan Udinese untuk memperkecil ketertinggalan kembali pupus setelah Daniele Ghilardi mencetak gol pada masa tambahan waktu. Gol tersebut sekaligus menjadi gol pertamanya di Serie A dan memastikan kemenangan Roma dengan skor 5-2.

Kemenangan ini membuat Roma semakin percaya diri. Berdasarkan catatan Lega Serie A, tim asuhan Gasperini telah mengemas 12 gol hanya dalam sepekan terakhir.

Gasperini: Banyak Pemain Punya Kepercayaan Diri

Usai pertandingan, Gasperini mengungkapkan bahwa peningkatan produktivitas gol Roma tidak hanya bergantung pada satu atau dua pemain. Menurutnya, banyak pemain kini memiliki kepercayaan diri untuk memberikan kontribusi menentukan, baik melalui gol maupun assist.

Roma juga mencatatkan rekor baru dengan mengoleksi 28 gol dalam 10 pertandingan pertama Serie A musim ini. Jumlah tersebut menjadi catatan gol terbanyak klub dalam 10 laga awal sepanjang sejarahnya.

“Bukan hanya karena kami mencetak banyak gol, tetapi juga karena gol-gol tersebut datang dari banyak pemain berbeda. Itu menunjukkan betapa besar kepercayaan diri di dalam tim. Banyak pemain merasa mampu memberikan kontribusi penting, baik melalui assist maupun gol,” ujar Gasperini kepada DAZN.

Meski puas dengan penampilan timnya, Gasperini mengakui masih ada aspek yang perlu diperbaiki, terutama konsentrasi ketika pertandingan memasuki babak kedua.

Menurutnya, keunggulan empat gol terkadang membuat intensitas dan fokus pemain sedikit menurun. Hal tersebut terlihat dari dua gol yang berhasil dicetak Udinese.

Gasperini juga menyoroti padatnya jadwal pertandingan. Laga melawan Udinese merupakan pertandingan ketujuh Roma dalam tiga pekan terakhir.

“Ketika unggul 4-0, situasi seperti ini bisa terjadi. Kami sudah mengingatkan pemain saat jeda untuk tetap berhati-hati, bertahan dengan baik, dan tidak kebobolan. Namun, mungkin yang berkurang bukan energi fisik, melainkan tingkat konsentrasi,” jelasnya.

Salah satu hal yang mendapat perhatian Gasperini adalah kontribusi para pemain muda. Gol Ghilardi menjadi bukti bahwa kesempatan bermain yang diberikan kepada pemain muda dapat menghasilkan kontribusi positif bagi tim.

Gasperini mengaku beruntung memiliki skuad yang mau mendengarkan arahan dan bekerja keras. Ia juga menilai kombinasi pemain muda dan berpengalaman menjadi salah satu kekuatan Roma musim ini.

Ia secara khusus memuji Ghilardi yang sebelumnya sempat kecewa setelah golnya dianulir dalam pertandingan Liga Champions. Keinginan pemain tersebut untuk kembali mencetak gol akhirnya terwujud saat menghadapi Udinese.

Roma Tempel Inter dan Lazio dalam Persaingan Papan Atas

Persaingan papan atas masih sangat terbuka. Roma memang belum berada di puncak klasemen, tetapi konsistensi hasil dan ketajaman lini serang membuat mereka semakin layak diperhitungkan dalam perburuan Scudetto.

Gasperini sendiri menyadari tantangan yang masih menanti timnya. Ia mengakui jadwal padat telah menguras tenaga pemain, terlebih sejumlah nama penting seperti Mile Svilar, Lorenzo Pellegrini, Paulo Dybala, dan Manu Koné sempat absen dalam periode tersebut.

Terkait kemungkinan kembalinya ketiga pemain yang masih dalam pemulihan sebelum jeda internasional, Gasperini mengaku belum bisa memberikan kepastian.

“Secara teori, ketiganya bisa kembali, tetapi bisa juga tidak ada yang kembali. Kita lihat bagaimana perkembangannya pekan ini,” ungkapnya.

Dengan lini serang yang semakin produktif dan kepercayaan diri skuad yang terus meningkat, Roma kini memiliki alasan kuat untuk menjaga ambisi mereka di jalur perebutan gelar juara Italia. (*/legaseriea.it/asroma.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *