Nasional & InternasionalOlahraga

Chelsea Taklukkan Manchester United 2-0: Alonso Puji Perubahan Permainan, Carrick Kecewa

×

Chelsea Taklukkan Manchester United 2-0: Alonso Puji Perubahan Permainan, Carrick Kecewa

Sebarkan artikel ini
Sumber Foto: chelseafc.com

LONDON, DAN – Chelsea berhasil kembali ke jalur kemenangan di kompetisi Premier League setelah mengalahkan Manchester United dengan skor 2-0 dalam pertandingan yang berlangsung di Stamford Bridge. Dua gol kemenangan The Blues tercipta pada babak kedua melalui Morgan Rogers pada menit ke-50 dan Cole Palmer lewat titik penalti pada menit ke-64. Manchester United harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain setelah Lisandro Martinez menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah.

Pertandingan berlangsung menarik sejak awal. Kedua tim saling menciptakan peluang dan memperlihatkan permainan terbuka sepanjang babak pertama. Namun, sejumlah peluang gagal dikonversi menjadi gol.

Chelsea sempat mencetak gol melalui Estevao Willian pada menit ke-14. Berawal dari serangan balik, Estevao menyelesaikan bola muntah hasil tendangan Pedro Neto yang berhasil ditepis kiper Manchester United, Senne Lammens. Namun, gol tersebut dianulir karena posisi offside.

Manchester United juga sempat merayakan gol melalui Matheus Cunha. Pemain asal Brasil itu berhasil menyambar bola hasil situasi sepak pojok setelah Harry Maguire memenangkan duel udara. Akan tetapi, melalui pemeriksaan VAR, gol tersebut tidak disahkan karena Cunha berada dalam posisi offside.

Tim tamu sebenarnya tampil cukup menjanjikan pada babak pertama. Bruno Fernandes, Andrey Santos, dan Amad Diallo beberapa kali mengancam pertahanan Chelsea. Penampilan kiper Mike Penders serta sejumlah penyelamatan pemain bertahan Chelsea membuat peluang Manchester United tidak berbuah gol.

Bahkan, Amad Diallo sempat mendapatkan beberapa kesempatan emas. Namun, upayanya berhasil digagalkan Penders dan Wesley Fofana. Sementara itu, Chelsea juga hampir membuka keunggulan melalui Moises Caicedo, yang tendangannya hanya membentur tiang gawang.

Kedua tim akhirnya menutup babak pertama dengan skor imbang tanpa gol.

Rogers Buka Keunggulan, Martinez Diusir Wasit

Memasuki babak kedua, Chelsea tampil lebih dominan. Perubahan pendekatan permainan yang diterapkan pelatih Xabi Alonso langsung memberikan dampak positif.

Pada menit ke-50, Morgan Rogers berhasil memecah kebuntuan melalui aksi individu yang impresif. Berawal dari keberhasilan Romeo Lavia merebut bola di lini tengah, Rogers menerima umpan dan membawa bola dari jarak sekitar 35 meter menuju pertahanan Manchester United.

Pemain internasional Inggris tersebut melewati Harry Maguire dan Lisandro Martinez sebelum melepaskan penyelesaian dengan mencungkil bola melewati kiper Senne Lammens. Chelsea unggul 1-0.

Gol tersebut membuat kepercayaan diri tuan rumah meningkat. Chelsea semakin menguasai permainan dan terus menekan pertahanan Manchester United.

Petaka bagi tim tamu datang pada menit ke-64. Dalam situasi sepak pojok, Lisandro Martinez melakukan pelanggaran terhadap Wesley Fofana. Setelah meninjau tayangan VAR, wasit Peter Bankes memutuskan memberikan hadiah penalti kepada Chelsea.

Martinez juga menerima kartu kuning kedua yang dilanjutkan dengan kartu merah. Manchester United pun harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.

Cole Palmer yang maju sebagai eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Tendangannya dari titik putih tidak mampu dihentikan Lammens dan membawa Chelsea unggul 2-0.

Chelsea sebenarnya sempat menambah keunggulan melalui Estevao Willian. Namun, gol tersebut kembali dianulir setelah pemeriksaan VAR menunjukkan posisi offside.

Hingga pertandingan berakhir, Manchester United tidak mampu mengejar ketertinggalan. Bryan Mbeumo sempat mengancam melalui tendangan jarak jauh yang membentur mistar gawang, tetapi Chelsea tetap mampu mempertahankan keunggulan.

Kemenangan 2-0 ini menjadi momentum penting bagi Chelsea untuk kembali meraih tiga poin setelah sebelumnya mengalami dua kekalahan di kompetisi liga dan piala.

Alonso: Kami Harus Memenangkan Pertandingan dengan Penguasaan Bola

Pelatih Chelsea, Xabi Alonso, mengaku puas dengan respons para pemainnya, terutama setelah jeda babak pertama. Ia menyebut perubahan pendekatan permainan menjadi salah satu faktor penting keberhasilan Chelsea mengamankan kemenangan.

Menurut Alonso, babak pertama berlangsung cukup seimbang dengan kedua tim sama-sama memiliki peluang untuk mencetak gol.

“Babak pertama berlangsung dengan intensitas tinggi. Kedua tim memiliki momentum masing-masing. Manchester United mendapatkan peluang, begitu juga dengan kami. Kami sebenarnya sudah cukup dekat untuk mencetak gol,” ujar Alonso.

Ia menjelaskan bahwa saat turun minum, dirinya meminta para pemain Chelsea memperbaiki penguasaan bola dan tidak terlalu mudah kehilangan possession.

“Ketika berbicara di ruang ganti saat jeda, kami mengatakan bahwa kami harus memenangkan pertandingan ini dengan penguasaan bola. Pesannya adalah bermain lebih baik ketika menguasai bola dan tidak terlalu banyak kehilangan bola,” jelasnya.

Alonso menilai para pemain mampu menjalankan instruksi tersebut dengan baik pada babak kedua. Chelsea tampil lebih nyaman dalam menguasai permainan sekaligus mampu memperbaiki organisasi pertahanan.

“Kami melakukan beberapa perubahan taktik, tetapi yang paling penting adalah kami merasa lebih nyaman di lapangan dan memiliki kontrol permainan yang lebih baik. Ketika merasa lebih nyaman dengan bola, biasanya pertahanan juga menjadi lebih baik,” tambahnya.

Alonso juga mengakui bahwa kartu merah yang diterima Martinez turut mengubah situasi pertandingan. Namun, ia menegaskan kemenangan tersebut tidak diraih dengan mudah.

Setelah gol pertama tercipta, Chelsea mampu mempertahankan momentum dan semakin mengendalikan jalannya pertandingan hingga gol kedua lahir melalui penalti Cole Palmer.

Carrick: Pertandingan Berubah Terlalu Cepat

Di kubu Manchester United, pelatih Michael Carrick mengaku kecewa dengan hasil pertandingan. Ia menilai timnya sebenarnya memperlihatkan penampilan yang cukup baik pada babak pertama, tetapi gagal mempertahankan performa tersebut setelah turun minum.

Carrick menyebut Manchester United memiliki banyak peluang untuk mencetak gol, tetapi kegagalan memaksimalkan kesempatan menjadi salah satu faktor yang membuat timnya harus pulang tanpa membawa poin.

“Ya, pertandingan ini benar-benar seperti dua babak yang berbeda. Menurut saya, babak pertama merupakan salah satu penampilan terbaik kami dalam beberapa waktu terakhir. Kami datang ke sini dan mampu bermain dengan baik, terlihat berbahaya serta menciptakan banyak peluang,” ujar Carrick.

Ia mengaku timnya memiliki perasaan positif ketika memasuki ruang ganti saat jeda pertandingan, meskipun masih menyimpan kekecewaan karena gagal mencetak gol.

“Ketika memasuki jeda, ada perasaan positif, tetapi juga sedikit kekecewaan karena kami tidak mampu memanfaatkan penampilan bagus tersebut. Kemudian, pada babak kedua, semuanya mulai lepas dari kendali. Mereka mencetak gol dan setelah itu pertandingan menjadi sangat sulit bagi kami,” katanya.

Carrick juga menyoroti kegagalan timnya mempertahankan konsistensi permainan setelah kebobolan.

“Begitulah sepak bola. Untuk mendapatkan performa seperti itu, ada hal-hal tertentu yang harus kami lakukan. Namun, kami tidak benar-benar mampu memulai babak kedua dengan baik. Permainan sedikit kacau, kemudian mereka mencetak gol dengan cepat dan situasi pertandingan berubah sepenuhnya,” ungkapnya.

Menurut Carrick, persoalan Manchester United bukan hanya terjadi dalam pertandingan melawan Chelsea. Ia menilai timnya sudah beberapa kali kehilangan kendali permainan dan harus segera melakukan evaluasi.

“Saya mengambil banyak hal positif dari babak pertama. Namun, kami juga harus belajar bagaimana mencegah pertandingan lepas dari kendali. Hal seperti ini sudah terlalu sering terjadi dan kami harus segera belajar serta melakukan sesuatu untuk memperbaikinya,” tegas Carrick.

Ia juga menyampaikan kekecewaannya kepada para pendukung Manchester United yang telah datang langsung ke Stamford Bridge.

Carrick memahami besarnya harapan suporter terhadap klub dan mengakui kekalahan tersebut menjadi pukulan emosional bagi tim.

“Ini adalah klub sepak bola yang hebat dan kami ingin memenangkan pertandingan. Para pendukung telah melakukan banyak pengorbanan dan mengeluarkan banyak uang untuk menyaksikan kami bermain. Para pemain sebenarnya sudah berada dalam kondisi yang tepat untuk menghadapi pertandingan ini, tetapi banyak hal tidak berjalan sesuai harapan dan semuanya berubah begitu cepat. Tentu ada banyak emosi yang kami rasakan saat ini,” tuturnya. (*/chelseafc.com/manutd.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *