PANGKALPINANG, DAN – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Wilayah Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memperingati Milad ke-24 dengan menyalurkan santunan kepada 50 penerima manfaat melalui program Muharram Ceria. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Khoirot, Kota Pangkalpinang, menjadi wujud nyata komitmen Lazismu dalam memperkuat kepedulian sosial sekaligus menyemarakkan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Sebanyak 50 penerima manfaat yang terdiri dari anak yatim, piatu, kaum dhuafa, dan penyandang disabilitas menerima bantuan berupa perlengkapan sekolah (school kit) serta santunan dana tunai. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak.
Kegiatan ini dihadiri Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bangka Belitung, Drs. Sahirman Djumli, M.Si.; Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Babel, Hj. Suhada, S.Pd.; Ketua Badan Pengurus Lazismu Babel, Ust. Heru Kurniawan, S.T.; serta Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Babel, Yudistira Bagus Pratama. Hadir pula jajaran pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Khoirot Pangkalpinang yang diwakili Sekretaris DKM, Ust. Trianto, M.Pd., beserta para Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) kelurahan yang turut membantu proses pendataan calon penerima manfaat.
Dalam kesempatan tersebut, Ust. Heri Anggara menyampaikan tausiyah bertema kepedulian sosial di bulan Muharram. Ia menegaskan bahwa Muharram merupakan momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan.
Menurut Heri, salah satu kunci utama meraih keberkahan dan kesuksesan hidup adalah menumbuhkan rasa peduli kepada sesama. Karena itu, ia mengajak seluruh jamaah untuk terus memuliakan anak yatim serta memperkuat solidaritas sosial sebagai bagian dari nilai-nilai Islam.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Bangka Belitung, Ust. Heru Kurniawan mengatakan, program Muharram Ceria bukan sekadar kegiatan tahunan, melainkan bentuk pertanggungjawaban atas amanah yang telah dipercayakan para muzaki dan donatur kepada Lazismu. Seluruh bantuan yang disalurkan diupayakan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Usia 24 tahun menjadi momentum penting bagi Lazismu untuk terus berbenah, bertransformasi, dan menguatkan komitmen dalam memberi untuk negeri. Kami ingin memastikan kehadiran Lazismu di Bangka Belitung benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya anak-anak yatim, kaum dhuafa, dan saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Semoga bantuan school kit dan santunan ini dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus belajar dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Heru juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh sponsor, mitra, dan para donatur yang terus mendukung berbagai program kemanusiaan Lazismu. Menurutnya, kolaborasi yang terjalin menjadi modal penting untuk memperluas manfaat program sosial di Bangka Belitung.
Melalui semangat Milad ke-24 dan Muharram Ceria, Lazismu Babel berharap gerakan filantropi Islam semakin berkembang dan mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Sinergi antara lembaga, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan terus berlanjut dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi, serta pengentasan kemiskinan di Babel. (*/red)














