PANGKALPINANG, DAN – Kehadiran Klinik Geriatri dinilai semakin penting dalam menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat lanjut usia (lansia), seiring meningkatnya angka harapan hidup dan kebutuhan penanganan kesehatan yang lebih spesifik. Layanan tersebut tidak hanya berfokus pada pengobatan penyakit, tetapi juga mencakup upaya deteksi dini, menjaga kemandirian, kesehatan mental, hingga memberikan edukasi bagi keluarga dalam merawat lansia.
Masyarakat menilai layanan geriatri dapat memberikan manfaat besar karena lansia memiliki kebutuhan kesehatan yang berbeda dibandingkan kelompok usia lainnya. Penanganan yang terintegrasi dan dilakukan sejak dini dinilai dapat membantu menekan risiko komplikasi sekaligus mempertahankan kualitas hidup lansia.
Msy Kurnia (61), lansia peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis), mengatakan keberadaan Klinik Geriatri sangat membantu lansia dalam memperoleh pemeriksaan dan penanganan kesehatan secara lebih terarah. Menurutnya, layanan tersebut juga memungkinkan berbagai penyakit yang umum dialami lansia dapat dideteksi dan ditangani lebih cepat.
“Dengan adanya klinik ini sangat besar manfaatnya bagi kami para lansia. Kami dapat melakukan deteksi dini terhadap penyakit yang sering dialami lansia, seperti hipertensi, diabetes, osteoporosis hingga demensia,” ujarnya, Sabtu (5/9/2026).

Ia menilai penanganan yang lebih cepat dan tepat dapat mengurangi risiko komplikasi akibat penyakit yang diderita lansia. Dengan demikian, kondisi kesehatan dapat lebih terkontrol sehingga kualitas hidup lansia tetap terjaga.
Pasien lainnya, Eryani (59), menambahkan bahwa layanan geriatri juga berperan dalam membantu lansia mempertahankan kemandirian dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Program rehabilitasi dan terapi yang diberikan dapat membantu pasien tetap aktif meskipun memiliki keterbatasan fisik.
Menurut Eryani, kemampuan lansia untuk tetap mandiri menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hidup. Dukungan layanan kesehatan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan lansia dapat membantu mereka menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih aman.

Sementara itu, Siti Aisyah (58) mengatakan aspek kesehatan mental juga perlu mendapat perhatian dalam pelayanan kesehatan lansia. Sebab, sebagian lansia dapat mengalami kesepian, depresi, maupun penurunan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.
Melalui layanan konseling dan pendampingan, Klinik Geriatri dinilai dapat membantu menjaga kondisi emosional dan psikologis pasien. Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dari pelayanan lansia yang tidak hanya memperhatikan kondisi fisik, tetapi juga kesejahteraan secara menyeluruh.
Kehadiran layanan geriatri juga dinilai dapat meringankan beban keluarga dalam memberikan perawatan kepada lansia. Edukasi yang diberikan kepada keluarga membantu mereka memahami cara merawat lansia dengan tepat di rumah, sehingga proses perawatan dapat dilakukan secara lebih efektif, aman, dan sesuai dengan kondisi pasien. (*/tim)















