PANGKALPINANG, DAN – Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna mendorong perempuan di Bangka Belitung (Babel) untuk terus belajar, mengembangkan keterampilan, serta saling menguatkan agar mampu memberikan kontribusi dan dampak positif bagi keluarga maupun lingkungan sekitarnya. Menurutnya, perempuan memiliki banyak peran dan tanggung jawab sehingga membutuhkan ruang untuk belajar, berkembang, sekaligus mendapatkan dukungan dari sesama perempuan. Hal tersebut disampaikan Dessy saat menghadiri Seminar Perempuan, peluncuran Jilbab Budaya Lokal Babel, gelaran UMKM, dan bakti sosial dalam rangka memperingati HUT ke-3 Komunitas Kismis Babel di Ruang Betason OR, Sabtu (5/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Dessy menekankan tiga hal penting yang perlu dimiliki perempuan dalam menjalankan peran di keluarga maupun lingkungan sosial, yakni karakter, keterampilan, dan kontribusi. Ketiganya dinilai menjadi fondasi agar perempuan tidak hanya mampu menjalankan berbagai perannya, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Menurut Dessy, karakter merupakan fondasi penting bagi perempuan dalam menjalankan berbagai peran, baik sebagai istri, ibu, menantu maupun bagian dari masyarakat. Sementara keterampilan dibutuhkan agar perempuan terus berkembang dan memiliki kesiapan menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Dessy mengingatkan perempuan untuk tidak berhenti belajar karena proses pembelajaran dapat berlangsung di mana saja dan melalui siapa saja. Dengan terus menambah wawasan dan keterampilan, perempuan diharapkan semakin percaya diri serta mampu mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Kita harus mempunyai keterampilan untuk masa depan kita dan terus berkembang, terus belajar, menambah wawasan. Karena belajar ada di mana saja, pembelajaran ada di mana saja dan dengan siapa saja,” jelasnya.
Selain karakter dan keterampilan, Dessy menilai kontribusi menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan. Setiap aktivitas yang dilakukan perempuan, menurutnya, perlu memiliki dampak dan memberikan manfaat bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.
“Apakah semua yang kita lakukan itu memberikan dampak, memberikan manfaat pada lingkungan sekitar kita atau tidak. Ini yang harus kita tanamkan,” katanya.

Dessy juga menilai komunitas perempuan memiliki peran strategis dalam menciptakan ruang belajar sekaligus menjadi tempat saling memberikan dukungan. Keberadaan komunitas diharapkan dapat membantu perempuan yang menghadapi persoalan dalam kehidupan agar tidak merasa sendiri maupun kehilangan harapan.
Wawako mengapresiasi keberadaan Kismis Babel yang selama tiga tahun terakhir telah menghadirkan berbagai kegiatan pemberdayaan perempuan. Kegiatan tersebut antara lain pembelajaran bahasa Inggris, bazar, kegiatan sosial, hingga berbagai aktivitas yang memberikan ruang bagi perempuan untuk berkembang.
“Di sini, di Kismis Babel ini, menjadi penguat. Ibu-ibu diajak belajar, diberikan wawasan, ditemani,” tuturnya.
Dessy berharap Kismis Babel dapat terus berkembang dan menjadi wadah yang mampu menginspirasi sekaligus menguatkan perempuan di Bangka Belitung. Menurutnya, komunitas perempuan harus dapat hadir bagi mereka yang merasa sendiri, tidak mampu, tidak memiliki teman, maupun sedang menghadapi keputusasaan.
“Saya berharap dengan usia yang semakin bertambah, Kismis Babel mampu menginspirasi perempuan-perempuan di Bangka Belitung dan juga menjadi penguat perempuan-perempuan, emak-emak yang merasa sendiri, merasa tidak mampu, merasa tidak ada teman, dan merasa putus asa,” katanya.
Wawako juga mengajak perempuan untuk membangun semangat kebersamaan dan tidak menjadikan perempuan lain sebagai saingan. Menurutnya, perjalanan menjadi perempuan bukanlah sesuatu yang mudah karena terdapat banyak peran yang harus dijalankan secara bersamaan.
“Marilah kita saling menguatkan, mari kita saling belajar. Karena menjadi perempuan itu tidak mudah. Kita ada segala tugasnya dan kita harus bisa menjadi macam-macam,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Dessy menyampaikan pesan agar perempuan terus berkembang tanpa harus menjatuhkan perempuan lainnya. Ia mengajak perempuan di Bangka Belitung untuk membangun keberhasilan secara bersama-sama dan menjadi sumber kekuatan bagi lingkungan sekitarnya.
“Marilah kita bersinar tanpa memadamkan cahaya orang lain. Marilah kita naik tanpa menjatuhkan orang lain. Itulah perempuan-perempuan hebat Bangka Belitung,” tegasnya.
Dessy kemudian menyampaikan ucapan selamat atas HUT ke-3 Kismis Babel. Ia berharap komunitas tersebut semakin berkembang dan konsisten menjadi wadah yang memberikan inspirasi, kekuatan, serta manfaat bagi perempuan di Bangka Belitung.
“Semoga semakin bertambah usia, mampu membuat perempuan-perempuan di Bangka Belitung mendapatkan inspirasi, mendapatkan kekuatan, dan kita tidak sendirian,” pungkasnya. (*/tim)















