PANGKALPINANG, DAN – PT TIMAH (Persero) Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pencegahan penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan generasi muda. Hal ini diwujudkan melalui partisipasi perusahaan dalam Grand Final Lomba Da’i dan Da’iyah Ananda Bersinar yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Lomba Da’i dan Da’iyah Ananda Bersinar ini diikuti sebanyak 252 peserta dari Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Malam Grand Final berlangsung di Gedung Tribarata, Polada Babel, pada Kamis (23/4/2026).
Melalui pendekatan keagamaan, lomba ini menjadi sarana edukasi yang efektif untuk menyampaikan bahaya narkoba secara persuasif dan menyentuh. Pesan-pesan moral yang disampaikan para peserta diharapkan mampu membangun kesadaran sejak dini akan pentingnya menjauhi narkotika.
Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto, menegaskan bahwa edukasi bahaya narkoba harus dimulai sejak usia dini. Berdasarkan hasil survei, sekitar 70 persen paparan narkotika terjadi pada usia remaja, yang sebagian besar dipengaruhi oleh lingkungan pergaulan.
“Karena itu, anak-anak harus dibekali edukasi dan literasi yang kuat agar berani mengatakan ‘no to drugs’ dan mampu menolak segala bentuk ajakan penyalahgunaan narkotika,” ujarnya saat menghadiri kegiatan ini.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak, termasuk PT TIMAH, dalam mendukung upaya pencegahan narkoba melalui pendekatan edukatif dan keagamaan.
Sementara itu, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani menekankan bahwa penanganan masalah narkoba tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan pendekatan spiritual dan edukasi.
“Melalui lomba Da’i dan Da’iyah ini, pesan bahaya narkoba dapat disampaikan dengan bahasa agama yang lebih menyentuh hati masyarakat, khususnya generasi muda. Kita ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak dan memiliki daya tahan terhadap narkoba,” ujarnya.
Kepala BNN Provinsi Bangka Belitung, Eko Kristianto, menyebutkan bahwa kegiatan ini diikuti 252 peserta dan menjadi bagian dari upaya mencetak generasi muda sebagai agen perubahan dalam mewujudkan Bangka Belitung bersih dari narkoba.
Menurutnya, dukungan berbagai pihak, termasuk PT TIMAH, sangat penting dalam memperkuat gerakan pencegahan narkoba di masyarakat.
“Jika para da’i dan da’iyah muda ini terus dibina dan dibentuk dalam forum di masing-masing daerah, maka mereka dapat menjadi agen perubahan dalam mewujudkan Bangka Belitung Bersinar, bersih dari narkoba,” ujarnya.
Salah satu momen yang menarik perhatian adalah keberhasilan dua bersaudara asal MI Pondok Pesantren Al-Islam Kemuja, Kabupaten Bangka, yang berhasil meraih juara pertama di dua kategori usia yang berbeda.
Orang tua peserta, Al Hizroh, mengungkapkan rasa syukur sekaligus apresiasinya dukungan PT TIMAH dalam kegiatan tersebut.
“Kami berharap PT TIMAH terus mendukung kegiatan positif seperti ini. Program pembinaan generasi muda sangat penting untuk membentuk karakter dan menjauhkan anak-anak dari pengaruh narkoba,” ujarnya. (*/timah.com)













