PANGKALPINANG, DAN – Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin menegaskan bahwa ibadah haji merupakan rangkaian ujian yang menguji kesabaran dan keikhlasan, bukan sekadar perjalanan spiritual ke Tanah Suci. Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri ramah tamah bersama 297 calon jemaah haji di Masjid Jami’ Pangkalpinang, Kamis (23/4/2026).
Di hadapan ratusan jemaah, Wali Kota mengingatkan bahwa setiap individu yang berangkat haji akan menghadapi berbagai cobaan selama menjalankan ibadah.
“Ibadah haji itu penuh ujian. Tidak ada orang berangkat haji tanpa cobaan. Di situlah kita diuji, apakah kita sabar atau tidak, ikhlas atau tidak,” ujarnya.
Menurut Wali Kota, kondisi seperti kelelahan, keterbatasan fisik, hingga situasi tak terduga merupakan bagian dari proses pembentukan diri seorang hamba. Ia menekankan pentingnya tidak hanya menjalankan ritual, tetapi juga memahami makna spiritual di balik setiap rangkaian ibadah.
“Kita sering hanya hafal rangkaian ibadah seperti wukuf di Arafah, tapi yang lebih penting adalah bagaimana kita benar-benar menghadirkan hati, berdoa, dan mendekatkan diri kepada Allah,” katanya.
Prof. Udin juga menggambarkan pengalaman spiritual saat berada di Makkah, khususnya ketika melaksanakan tawaf mengelilingi Ka’bah. Momen tersebut, menurutnya, menjadi titik kedekatan dengan Tuhan sekaligus ujian paling berat bagi jemaah.
“Di sana kita merasa sangat dekat dengan Allah. Tapi justru di situ juga ujiannya paling terasa. Maka kuncinya sabar dan ikhlas,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Prof. Udin menegaskan bahwa keberhasilan ibadah haji tercermin dari perubahan sikap setelah kembali ke daerah asal. Predikat haji, kata dia, harus membawa dampak nyata dalam kehidupan sosial, bukan sekadar simbol.
“Jangan sampai pulang hanya membawa gelar haji, tapi sikap tidak berubah. Haji itu harus membuat kita lebih rendah hati, lebih sabar, dan lebih bermanfaat bagi orang lain,” tegasnya.
Selain itu, Wali Kota menitipkan doa bagi daerah kepada para jemaah selama berada di Tanah Suci. Ia berharap para jemaah turut mendoakan kemajuan dan kesejahteraan Pangkalpinang.
“Doakan Pangkalpinang supaya menjadi kota yang nyaman, sejahtera, dan masyarakatnya semakin baik,” ujarnya.
Pemerintah Kota Pangkalpinang juga memastikan dukungan terhadap proses keberangkatan jemaah, termasuk pelepasan resmi yang dijadwalkan pada 30 April di Masjid Kubah Timah. Melalui kegiatan ini, para calon jemaah diharapkan memiliki kesiapan tidak hanya secara fisik, tetapi juga mental dan spiritual. (*/tim)













