BANGKA BARAT, DAN – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Babel melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Jumat (26/12/2025). Kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan sarana prasarana, keamanan, serta pelayanan penyeberangan menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Selain peninjauan kesiapan Nataru, kegiatan ini juga dirangkai dengan pembagian paket sembako kepada masyarakat sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Babel tahun 2025. Gubernur menegaskan kehadiran pemerintah di lapangan merupakan bentuk tanggung jawab dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Rombongan Forkopimda yang turut mendampingi antara lain Kapolda Babel, Kajati Babel, Danrem 045/Gaya, Danlanal Babel, Danlanud Babel, Kabinda Babel, Ketua Pengadilan Tinggi Babel, Penjabat Sekda Babel Fery Afriyanto, Kepala BNNP Babel, Bupati dan Wakil Bupati Bangka Barat, serta jajaran perangkat daerah provinsi dan kabupaten. Hadir pula Kepala Basarnas, pengelola pelabuhan, dan petugas gabungan pengamanan Nataru.
Dalam peninjauan tersebut, Gubernur mengecek langsung kondisi fasilitas pelabuhan, pos pengamanan, kesiapan kapal, jadwal trip, serta kesiapan petugas lapangan dan operator transportasi laut. Ia juga berdialog dengan para pengguna jasa dan masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mudik.
Gubernur bersama Forkopimda turut naik ke atas KMP Mutiara Pertiwi III yang akan bertolak menuju Pelabuhan Api-Api. Seluruh area kapal ditinjau, mulai dari dek penumpang hingga ruang kemudi, guna memastikan standar keselamatan dan pelayanan berjalan optimal selama periode libur panjang.
Berdasarkan laporan PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bangka, terjadi peningkatan aktivitas penyeberangan pada periode 18–24 Desember 2025. Jumlah operasi kapal dan trip meningkat 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024, sementara produksi penumpang naik signifikan sebesar 9 persen.
Kenaikan tersebut terdiri atas penumpang pejalan kaki yang meningkat 3 persen dan penumpang di atas kendaraan yang naik 12 persen. Produksi kendaraan juga meningkat 2 persen, dengan kendaraan roda dua naik 2 persen, bus naik 44 persen, dan truk naik 18 persen, meskipun kendaraan roda empat mengalami penurunan 9 persen.
Saat ini, Pelabuhan Tanjung Kalian memiliki dua dermaga dan melayani 16 kapal penyeberangan. Kapasitas ruang tunggu mencapai 300 orang, dengan area siap muat hingga 450 kendaraan kecil atau 284 kendaraan campuran.
Pada kondisi normal, kapasitas angkut harian mencapai rata-rata 2.079 penumpang, 360 sepeda motor, dan 342 mobil. Bahkan pada kondisi sangat padat, pelabuhan ini mampu melayani hingga 3.696 penumpang per hari, dengan puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 22–23 Desember 2025 dan puncak arus balik pada 2–3 Januari 2026.
Hidayat Arsani menegaskan bahwa kesiapan Nataru merupakan wujud sinergi pemerintah daerah dan Forkopimda dalam menjaga stabilitas, keamanan, dan kesejahteraan masyarakat. Ia mengimbau seluruh pengguna jasa untuk mematuhi aturan dan mengutamakan keselamatan selama perjalanan.
“Kami memastikan seluruh layanan di Pelabuhan Tanjung Kalian berjalan aman, tertib, dan lancar. Pemerintah daerah bersama Forkopimda akan terus hadir memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat,” ujarnya.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) atas kesiapan pelayanan penyeberangan. Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan dan keselamatan menjadi kunci kelancaran mobilitas masyarakat jelang Nataru.
Sementara itu, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bangka, Agustinus Cahyo Upandika menyampaikan bahwa seluruh fasilitas, armada, dan petugas telah disiagakan. Pihaknya siap melakukan penambahan trip kapal apabila terjadi lonjakan penumpang di lapangan.
“Kami melaporkan kepada Bapak Gubernur bahwa seluruh armada dan pola operasi telah disiapkan secara optimal. Jika diperlukan, kami siap menyesuaikan jumlah trip sesuai kondisi,” ujarnya.
Kehadiran langsung Gubernur dan Forkopimda juga memberikan rasa aman bagi masyarakat. Sri Wahyuli, penumpang tujuan Palembang, mengaku lebih tenang dengan peninjauan langsung tersebut.
“Fasilitasnya cukup baik dan pengaturannya tertib. Kami merasa lebih tenang karena pemerintah turun langsung melihat kondisi di pelabuhan,” katanya.
Usai peninjauan, Gubernur dan Forkopimda melaksanakan Salat Jumat berjemaah di Masjid Baitul Hikmah Mentok. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan siang bersama di Menumbing untuk memperkuat koordinasi lintas sektor.
Kegiatan di Pelabuhan Tanjung Kalian ditutup dengan pembagian paket sembako kepada porter dan pedagang asongan. Aksi sosial ini menjadi wujud kepedulian Pemprov Babel dalam rangka HUT ke-25 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
“Saya mengucapkan terima kasih atas bantuan sembako yang diberikan. Semoga Bapak Gubernur selalu sehat dan sukses dalam memimpin,” ujar Pian, salah satu porter pelabuhan. Hal senada disampaikan Herawati, pedagang asongan, yang mengaku terbantu dengan perhatian pemerintah.
Dengan kesiapan sarana prasarana, pengamanan terpadu, serta koordinasi antara pemerintah daerah, Forkopimda, ASDP, dan seluruh pemangku kepentingan, arus mudik dan balik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Pelabuhan Tanjung Kalian diharapkan berjalan aman, tertib, dan kondusif. (*/red)













