Belitung TimurDaerah

BKKBN dan Pemkab Belitung Timur Perkuat Program GENTING, Targetkan 433 Keluarga Berisiko Stunting

×

BKKBN dan Pemkab Belitung Timur Perkuat Program GENTING, Targetkan 433 Keluarga Berisiko Stunting

Sebarkan artikel ini

BELITUNG TIMUR, DAN – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memperkuat sinergi percepatan penurunan stunting melalui penandatanganan Nota Kesepakatan di Ruang Kerja Bupati Belitung Timur, Senin (14/7/2026). Kesepakatan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas kolaborasi lintas sektor dalam mendukung Program Bangga Kencana, Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), serta lima program prioritas Kemendukbangga/BKKBN.

Nota Kesepakatan ditandatangani oleh Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, bersama Kepala Perwakilan BKKBN Babel, Fazar Supriadi Sentosa. Dokumen tersebut menjadi landasan kerja sama dalam memperkuat implementasi program kependudukan, pembangunan keluarga, dan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Belitung Timur.

Pada kesempatan yang sama, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Kabupaten Belitung Timur juga menandatangani Nota Kesepakatan dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Belitung Timur. Kerja sama ini difokuskan untuk memperkuat dukungan terhadap pelaksanaan Program GENTING melalui pemanfaatan dana zakat, infak, sedekah, serta berbagai bentuk bantuan sosial yang tepat sasaran bagi keluarga berisiko stunting.

Kolaborasi tersebut sekaligus memperkuat implementasi lima program prioritas Kemendukbangga/BKKBN, yakni Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Lansia Berdaya (SIDAYA), dan SuperApps. Kelima program tersebut dirancang untuk membangun keluarga berkualitas melalui pendekatan yang terintegrasi, mulai dari pengasuhan anak, pencegahan stunting, penguatan peran ayah, pemberdayaan lanjut usia, hingga optimalisasi layanan digital.

Kepala Perwakilan BKKBN Babel, Fazar Supriadi Sentosa mengatakan, penandatanganan Nota Kesepakatan menjadi bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Belitung Timur dalam memperkuat Program GENTING. Menurutnya, keterbatasan anggaran pemerintah menuntut adanya dukungan dari berbagai pihak agar intervensi terhadap keluarga berisiko stunting dapat dilakukan secara lebih luas.

“Penandatanganan Nota Kesepakatan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Belitung Timur dalam mendukung Program GENTING. Mengingat keterbatasan anggaran pemerintah, dukungan dunia usaha, mitra pembangunan, organisasi kemasyarakatan, maupun perorangan menjadi sangat penting untuk membantu keluarga yang membutuhkan,” ujarnya.

Fazar menegaskan, Program GENTING tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga menyasar berbagai faktor penyebab stunting secara menyeluruh. Menurutnya, penanganan stunting harus dilakukan secara komprehensif agar hasil intervensi dapat berkelanjutan.

“Program GENTING mencakup enam bentuk intervensi, yaitu perbaikan rumah tidak layak huni, penyediaan akses air bersih, pembangunan jamban sehat, bantuan nutrisi, edukasi pencegahan dan penanganan stunting, serta pemberdayaan ekonomi keluarga. Penanganan stunting harus dilakukan secara menyeluruh karena pemenuhan gizi saja tidak cukup apabila lingkungan tempat tinggal keluarga belum sehat,” jelasnya.

Pada 2026, Kabupaten Belitung Timur menargetkan sebanyak 433 keluarga berisiko stunting, terutama keluarga yang berada pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), sebagai penerima manfaat Program GENTING. Hingga semester pertama, pelaksanaan program masih didominasi intervensi berupa bantuan nutrisi dan edukasi.

Fazar berharap capaian tersebut menjadi momentum untuk memperluas dukungan dari mitra pentahelix, sehingga berbagai bentuk intervensi lain dapat segera diwujudkan. Ia menilai keterlibatan sektor swasta, CSR, BAZNAS, dan berbagai mitra pembangunan menjadi kunci dalam mempercepat penurunan stunting.

“Kami berharap dukungan melalui CSR, BAZNAS, mitra pentahelix, serta sumber pembiayaan non-APBN dan non-APBD dapat terus diperkuat. Dengan demikian, intervensi berupa perbaikan rumah, akses air bersih, sanitasi, serta pemberdayaan ekonomi keluarga dapat semakin menjangkau sasaran,” katanya.

Menurut Fazar, Program GENTING memiliki nilai strategis dalam mempersiapkan generasi sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. Ia juga mengapresiasi capaian Kabupaten Belitung Timur dalam pembangunan keluarga dan kependudukan yang dinilai terus menunjukkan perkembangan positif.

“Program ini memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045. Kabupaten Belitung Timur selama ini telah menunjukkan capaian yang baik dalam pembangunan keluarga dan kependudukan. Harapan kami, capaian tersebut dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan melalui kolaborasi yang semakin kuat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten menegaskan, percepatan penurunan stunting tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor dengan intervensi yang menyentuh aspek kesehatan, lingkungan, sosial, hingga ekonomi keluarga.

“Penanganan stunting membutuhkan kerja sama. Tidak cukup hanya dengan bantuan gizi, tetapi juga harus didukung rumah yang layak, air bersih, sanitasi yang sehat, edukasi, serta penguatan ekonomi keluarga. Melalui Nota Kesepakatan ini, kami berharap sinergi pemerintah daerah, BKKBN, dunia usaha, BAZNAS, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat,” ujarnya.

Kamarudin menambahkan, komitmen tersebut harus diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Pemerintah Kabupaten Belitung Timur, kata dia, akan terus mendorong agar seluruh bentuk bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Komitmen ini harus dilanjutkan dengan aksi nyata di lapangan. Kami ingin setiap dukungan benar-benar sampai kepada keluarga sasaran dan membantu memperbaiki kualitas kehidupan mereka secara menyeluruh,” tegasnya.

Ketua Tim Kerja Penggerakan Masyarakat dan Pengelolaan Lini Lapangan, Utiwi Dardini menjelaskan, keberhasilan perluasan Program GENTING sangat bergantung pada akurasi data keluarga sasaran. Menurutnya, kebutuhan setiap keluarga berbeda sehingga intervensi harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“Setiap keluarga memiliki kebutuhan yang berbeda. Ada yang membutuhkan nutrisi, ada yang memerlukan akses air bersih, sanitasi, perbaikan rumah, edukasi, maupun dukungan pemberdayaan ekonomi. Karena itu, intervensi harus disusun berdasarkan data agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran,” jelasnya.

Melalui Nota Kesepakatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur dan Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga berkomitmen memperkuat pemantauan dan intervensi gizi pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Dukungan dari BAZNAS, CSR, mitra pentahelix, serta berbagai sumber pembiayaan non-APBN dan non-APBD diharapkan mampu memperluas jangkauan program dan mempercepat penurunan stunting di Belitung Timur.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kepala DPMDPPKB Kabupaten Belitung Timur, Kepala Bagian Tata Pemerintahan dan Kerja Sama, serta Ketua BAZNAS Kabupaten Belitung Timur. Penandatanganan Nota Kesepakatan ini menjadi penegasan komitmen bersama dalam membangun keluarga berkualitas sekaligus mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045. (*/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *