Pangkalpinang

Donor Darah dan Pembagian Sembako Warnai Peringatan HKSN 2025 di Pangkalpinang

×

Donor Darah dan Pembagian Sembako Warnai Peringatan HKSN 2025 di Pangkalpinang

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, DAN – Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, bersama Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna menghadiri kegiatan donor darah dan pembagian sembako dalam rangka Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Tahun 2025, Senin (22/12/2025). Kegiatan ini menjadi wujud nyata penguatan solidaritas sosial dan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan donor darah dilaksanakan di Kantor Dinas Sosial Kota Pangkalpinang, kemudian dilanjutkan dengan pembagian sembako di Kantor Camat Girimaya. Acara tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Pemerintah Kota Pangkalpinang, dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pangkalpinang.

Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin menyampaikan bahwa bantuan sembako yang disalurkan bersumber dari Pemprov Babel serta Pemerintah Kota Pangkalpinang. Bantuan tersebut diberikan sebagai bagian dari peringatan HKSN 2025 yang bertujuan memperkuat rasa kesetiakawanan sosial di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah pagi ini kita menyalurkan sembako dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dari Bapak Gubernur, dan juga dari Dinas Sosial Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam rangka Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional Tahun 2025,” ujar Prof. Saparudin.

Selain pembagian sembako, kegiatan donor darah juga menjadi fokus utama dalam rangkaian peringatan HKSN 2025. Donor darah ini dilaksanakan untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah di Kota Pangkalpinang sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian sosial.

“Kita juga bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia Kota Pangkalpinang untuk melaksanakan donor darah bagi pegawai Dinas Sosial dan masyarakat sekitar,” jelasnya.

Prof. Saparudin menegaskan bahwa Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Sosial secara konsisten melaksanakan berbagai kegiatan sosial yang langsung menyentuh masyarakat. Kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi kelompok rentan.

“Melalui Dinas Sosial, kami telah melakukan berbagai kegiatan, mulai dari gotong royong membersihkan rumah lansia hingga panti asuhan. Pesan kami, kegiatan seperti ini harus terus kita lakukan dan kita tingkatkan,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa membangun kesetiakawanan sosial bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kolaborasi dan gotong royong menjadi kunci dalam meringankan berbagai persoalan sosial.

“Kami berharap tidak hanya pemerintah yang berperan, tetapi juga masyarakat. Jika kita bergotong royong dan bersinergi, maka beban pekerjaan akan terasa lebih ringan,” katanya.

Lebih lanjut, Wali Kota Pangkalpinang mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi untuk turut berkontribusi dalam kegiatan sosial. Partisipasi tersebut dinilai penting untuk membantu warga yang masih berada dalam kondisi ekonomi kurang mampu.

“Mudah-mudahan ke depan, saudara-saudara kita yang mampu juga bisa ikut berkontribusi memberikan sembako bagi masyarakat yang belum mampu secara ekonomi,” imbuhnya.

Menurut Prof. Saparudin, solidaritas sosial merupakan fondasi utama dalam membangun Kota Pangkalpinang yang inklusif dan berkeadilan. Dengan semangat kebersamaan, ia optimistis berbagai tantangan pembangunan sosial dapat dihadapi secara bersama-sama.

“Kami ingin membangun Kota Pangkalpinang ini bersama-sama dengan masyarakat, membangun solidaritas dan sinergi dengan azas gotong royong. Dengan begitu, pekerjaan yang berat akan menjadi ringan,” pungkasnya. (*/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *