Pangkalpinang

Realisasi PAD Babel Tembus 92,43 Persen, Bakuda Optimis Target Terpenuhi

×

Realisasi PAD Babel Tembus 92,43 Persen, Bakuda Optimis Target Terpenuhi

Sebarkan artikel ini
Kepala Badan Keuangan Daerah Kepulauan Bangka Belitung, Muhammad Harris.

PANGKALPINANG, DAN — Badan Keuangan Daerah (Bakuda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mencatat realisasi Pajak Asli Daerah (PAD) telah mencapai Rp622,104 miliar atau 92,43 persen dari target Rp673,053 miliar. Dengan sisa waktu satu bulan, Bakuda optimistis capaian PAD dapat menembus 100 persen.

Kepala Bakuda Babel, M. Haris AR AP mengatakan, realisasi tersebut berasal dari sejumlah jenis pajak daerah, yakni Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), pajak bahan bakar kendaraan bermotor (BBKB), pajak air permukaan (PAP), pajak rokok, pajak alat berat (PAB), serta opsen pajak mineral bukan logam dan batuan (MBLB).

Beberapa jenis pajak bahkan sudah melampaui target. PAP telah terealisasi Rp11,826 miliar atau 105,17 persen, sedangkan PAB mencapai Rp968,388 juta atau 124,27 persen. Sementara PKB tercatat Rp170,476 miliar (95,62 persen), BBNKB Rp74,846 miliar (97,13 persen), BBKB Rp246,526 miliar (94,16 persen), pajak rokok Rp102,553 miliar (81,96 persen), dan opsen MBLB Rp14,905 miliar (79,53 persen).

Haris menjelaskan bahwa untuk opsen MBLB, pemerintah provinsi hanya menerima 25 persen karena kewenangan pemungutan berada di pemerintah kabupaten/kota. Kolaborasi antar pemerintah daerah dinilai penting untuk mengoptimalkan pendapatan pajak, termasuk dalam pemungutan PKB dan BBNKB yang dilakukan melalui pendataan langsung di rumah warga.

Haris juga menyoroti pentingnya sinergi dalam pengelolaan pajak sektor pertambangan. Misalnya, pajak galian pasir dipungut kabupaten/kota, namun ketika pengangkutan menggunakan alat berat atau dilakukan proses pencucian, pemungutan pajaknya menjadi kewenangan provinsi melalui PAB dan PAP.

“Kita berharap pemahaman ini dapat diterapkan agar pendapatan pajak di Babel terus meningkat. Jika kabupaten/kota memperkuat dukungan terhadap opsen PKB, maka potensi peningkatan pendapatan akan jauh lebih besar,” ujarnya. (*/red) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *