HeadlinePangkalpinangPolitik, Hukum & Kriminal

Seleksi KPID Babel Dinilai Penuh Kejanggalan, Rina Tarol: Bekukan Jika Hanya Jadi Beban APBD

×

Seleksi KPID Babel Dinilai Penuh Kejanggalan, Rina Tarol: Bekukan Jika Hanya Jadi Beban APBD

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, DAN – Anggota DPRD Kepulauan Bangka Belitung, Rina Tarol menyoroti keras hasil seleksi Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Babel yang dinilai menuai kontroversi. Ia menilai proses pemilihan tahun ini sarat kejanggalan dan jauh dari harapan masyarakat akan komisioner yang profesional dan berkompeten.

“Tahun ini sangat mengecewakan. Kami berharap KPID diisi orang-orang yang benar-benar punya kemampuan dan pengalaman, bukan sekadar ajang mencari pekerjaan,” katanya saat diwawancara, Senin (1/12/2025).

Rina mempertanyakan lolosnya 50 peserta dalam tahap psikotest, sementara sejumlah calon berkualitas justru tidak masuk daftar. Menurutnya, jika sejak awal proses seleksi sudah diarahkan, seharusnya seleksi tidak dibuka untuk umum agar tidak mengecewakan masyarakat dan peserta yang berkompeten.

“Bayangkan kalau hal ini menimpa saudara atau teman-teman mereka sendiri. Orang-orang yang punya kemampuan, yang benar-benar ingin berkontribusi, justru tidak diloloskan. Ini menggunakan uang rakyat, bukan ajang bagi-bagi rezeki,” ujar Anggota Fraksi Golkar ini.

Rina kemudian meminta Gubernur Babel untuk menahan atau meninjau kembali hasil seleksi KPID. Menurutnya, indikasi pelanggaran tata tertib dan intervensi pihak tertentu sangat jelas terlihat, sehingga perlu tindakan tegas.

Di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang sulit, dengan defisit sekitar Rp200 miliar, Rina juga menyarankan agar KPID dibekukan sementara bila hanya menjadi lembaga tanpa kinerja nyata.

“Daripada hanya jadi tempat bagi-bagi pekerjaan, lebih baik dibekukan. KPID harus menjadi corong informasi pemerintah, bukan ajang bagi-bagi rezeki,” tegasnya.

Rina berharap pemilihan KPID berikutnya dapat menjadi contoh bagi komisi lain, sehingga lembaga tersebut benar-benar diisi oleh individu berintegritas, berpengalaman, dan mampu menjalankan fungsinya dengan profesional.

“Ini tentang kredibilitas lembaga dan tanggung jawab kita kepada masyarakat. KPID harus menjadi trigger bagi komisi lain untuk bekerja lebih baik,” pungkasnya. (*/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *