PANGKALPINANG, DAN – Wakil Wali Kota (Wawako) Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna menyalurkan bantuan pangan pemerintah pusat periode Oktober–November kepada warga di Kelurahan Tuatunu Indah. Bantuan yang terdiri dari 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng ini merupakan bagian dari total 7.025 paket yang dialokasikan untuk Kota Pangkalpinang. Dari jumlah tersebut, Kecamatan Gerunggang menerima 1.129 paket bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Dessy menegaskan bahwa ketepatan data penerima menjadi kunci keberhasilan penyaluran bantuan. Ia meminta agar pendataan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) terus diperkuat, sehingga tidak ada warga layak yang terlewat ataupun menerima bantuan ganda.
“Ketepatan data itu sangat krusial. Kami ingin bantuan ini tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya di hadapan warga.
Memasuki satu bulan masa tugasnya sebagai Wakil Wali Kota, Dessy telah menggerakkan sejumlah program prioritas, di antaranya peningkatan kebersihan kota, penguatan layanan sosial, percepatan pelayanan publik, serta konsolidasi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia menyebut berbagai langkah awal ini dijalankan secara cepat agar manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat.
“Ini baru tahap awal. Banyak program yang kami kebut agar masyarakat bisa merasakan hasilnya secara langsung,” ujarnya.
Selain menyalurkan bantuan, Dessy turut mengajak seluruh warga Pangkalpinang untuk menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari visi mewujudkan Pangkalpinang Bersih.
“Kebersihan kota adalah wajah kita. Mari kita jaga lingkungan agar Pangkalpinang semakin indah dan nyaman,” pintanya.
Penyaluran bantuan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga mengaku sangat terbantu, terlebih di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok yang membuat beban pengeluaran semakin berat.
“Alhamdulillah, bantuan ini meringankan kami. Terima kasih kepada pemerintah kota yang tanggap dan peduli,” ungkap salah satu penerima, Rahma.
Beberapa warga lainnya juga berharap agar agenda turun langsung ke lapangan seperti ini terus dilakukan, karena memberi kemudahan akses sekaligus mempererat kedekatan antara pemerintah dan masyarakat. (*/red)













