PANGKALPINANG, DAN – Beredar sebuah pesan di media sosial WhatsApp yang menyebut telah terjadi aksi begal di wilayah SM4, Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang. Dalam pesan tersebut disebutkan bahwa aksi dilakukan oleh empat orang pelaku bersenjata tajam. Setelah dilakukan penelusuran oleh Tim Buser Naga Polres Pangkalpinang, informasi tersebut dipastikan tidak benar alias hoaks.
Tim Buser Naga segera melakukan pengecekan lapangan dan menemui pihak yang disebut sebagai korban dalam unggahan tersebut. Setelah dimintai keterangan, yang bersangkutan mengakui bahwa cerita tersebut hanyalah rekayasa pribadi.
“Ceritanya hanya dibuat-buat. Saya minta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Pangkalpinang, khususnya di wilayah Gabek, karena telah menimbulkan keresahan,” ujar pria yang sempat disebut sebagai korban dalam video klarifikasi yang beredar.
Berdasarkan keterangan pelaku, rekayasa cerita tersebut dilakukan karena alasan pribadi agar tidak dimarahi oleh istrinya setelah kehilangan barang miliknya. Namun, pengakuan itu justru menyebabkan kepanikan di masyarakat setelah informasi palsu itu menyebar luas melalui grup WhatsApp.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Jika menemukan peristiwa mencurigakan, masyarakat diminta segera melapor melalui kanal resmi kepolisian.
“Kami tegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kejadian begal di wilayah Pangkalpinang, khususnya di daerah SM4. Situasi tetap aman dan kondusif,” tegas Tim Buser Naga Polres Pangkalpinang.
Polres Pangkalpinang mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang tetap waspada dan bijak dalam menerima serta menyebarkan informasi. (*/red)













