PangkalpinangPendidikan & Budaya

PT Timah Dorong Pendidikan Inklusif melalui Pelatihan Guru dan Orang Tua Penyandang Disabilitas

×

PT Timah Dorong Pendidikan Inklusif melalui Pelatihan Guru dan Orang Tua Penyandang Disabilitas

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, DAN – PT Timah Tbk memperkuat komitmen dalam mendukung pendidikan inklusif melalui program pelatihan khusus bagi guru dan orang tua penyandang disabilitas. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pendidik dan orang tua dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus agar berkembang optimal, baik secara akademik maupun keterampilan sosial.

Pada Januari–Juni 2025, perusahaan menggelar dua workshop edukasi bagi guru dan orang tua penyandang disabilitas. Workshop pertama bertajuk Kolaborasi Guru dan Orang Tua dalam Mendidik ABK: Kurikulum untuk Siswa Berkebutuhan Khusus dan Tips Mengantarkan Anak Istimewa menjadi Insan Bermakna digelar di SLB Negeri Koba, Bangka Tengah, diikuti 20 guru dan 59 orang tua. Sementara workshop kedua, Mendidik Anak Berkebutuhan Khusus Menjadi Manusia Mandiri dan Bermanfaat, diselenggarakan di SLB Negeri Sungailiat dengan 13 guru dan 75 orang tua sebagai peserta.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PT Timah mendukung program pemerintah dalam mengatasi ketidaksetaraan akses pendidikan di wilayah operasional perusahaan. Tahun ini merupakan pelaksanaan kedua setelah program serupa berlangsung di Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Karimun pada 2024.

Departement Head Corporate Communication PT Timah, Anggi Siahaan menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan dunia usaha dalam menyukseskan pendidikan inklusif. Kualitas pendidikan bagi anak-anak tidak hanya bisa ditentukan oleh sekolah tapi juga dukungan berbagai pihak, baik sekolah, orang tua dan juga keterlibatan dunia usaha.

“Melalui pelatihan ini, diharapkan orang tua dan guru dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan pendidikan yang inklusif,” harapnya.

Sementara, Kepala SLB Koba, Sri Kartini, menambahkan bahwa seminar ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran orang tua dalam mendukung pendidikan anak berkebutuhan khusus. Harapannya, kesadaran orang tua untuk meningkatkan pendidikan anak semakin banyak, karena selama ini masih banyak orang tua yang masih belum mendukung penuh pendidikan anak berkebutuhan khusus.

Semoga program ini terus berlanjut dan kami harap orang tua bisa menerapkan ilmu yang sudah didapatkan hari ini, karena keberhasilan pendidikan juga memerlukan kolaborasi dengan berbagai pihak,” ucapnya. (*/timah.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *