PANGKALPINANg, DAN – PT Timah Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Pada semester I tahun 2025, sebanyak 46.117 masyarakat di wilayah operasional perusahaan merasakan manfaat program CSR yang dijalankan.
Anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID ini telah melaksanakan 479 kegiatan CSR sepanjang Januari–Juni 2025. Program tersebut tersebar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Provinsi Riau, dan Provinsi Kepulauan Riau.
Kegiatan CSR PT Timah mencakup bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, lingkungan, hingga infrastruktur sosial. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Beberapa program unggulan di antaranya Pemali Boarding School, penanaman mangrove, program ketahanan pangan, Oto Sihat, Kemunting, coral garden, fish shelter, atraktor cumi, pelestarian adat gebong memarong, rumah layak huni, dan koperasi binaan. Salah satu yang paling dirasakan masyarakat adalah layanan kesehatan gratis melalui Mobil Sehat yang telah membantu 4.188 warga.
Selain itu, PT Timah juga menyalurkan beasiswa pendidikan untuk 108 siswa SMA melalui Pemali Boarding School. Di sektor lingkungan, perusahaan aktif mendukung penghijauan dan konservasi untuk menjaga keseimbangan ekosistem.
Tidak hanya itu, emiten berkode TINS ini juga mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program Pendanaan Usaha Mikro Kecil (PUMK). Program ini disertai dengan pelatihan keterampilan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha.
“PT Timah merancang program CSR secara berkelanjutan dan melibatkan masyarakat sebagai bentuk pemberdayaan. Program CSR juga menyentuh berbagai sektor mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur hingga ekonomi dan UMKM yang diharapkan dapat memberikan stimulus menggerakkan ekonomi masyarakat,” kata Departement Head Corporate Communication PT Timah Tbk, Anggi Siahaan.
Manfaat CSR juga dirasakan masyarakat pesisir. Hari, warga penerima program penenggelaman atraktor cumi, menyebut kegiatan ini memberi peluang tambahan penghasilan sekaligus menjaga ekosistem laut.
“Alhamdulillah, kami merasa terbantu. Biasanya hanya mengandalkan pekerjaan utama saja, tapi sekarang bisa punya penghasilan tambahan dari membuat atraktor cumi ini. Sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.
Menurut Hari, atraktor cumi akan menciptakan ekosistem buatan yang mendorong pertumbuhan ikan dan cumi-cumi. Dalam jangka panjang, hal ini diharapkan mampu meningkatkan hasil tangkap nelayan.
Senada, Aihua, warga Bangka Tengah yang memanfaatkan layanan Mobil Sehat, mengaku sangat terbantu.
“Periksa kesehatan gratis di mobil sehat PT Timah hari ini, sangat membantu warga dari hal biaya. Kami tidak perlu jauh-jauh datang ke fasilitas kesehatan, cukup datang ke balai desa. Mudah-mudahan bisa diadakan rutin,” ujarnya. (*/timah.com)













