PANGKALPINANG, DAN – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani menegaskan tiga fokus utama yang harus menjadi perhatian rumah sakit di daerah dalam menghadapi perubahan regulasi. Tiga fokus tersebut meliputi adaptasi regulasi dan tata kelola, peningkatan mutu layanan serta sumber daya manusia, dan penguatan kolaborasi sekaligus digitalisasi layanan.
Penekanan itu disampaikan Gubernur Hidayat saat membuka Seminar “Kesiapan Rumah Sakit di Babel dalam Menghadapi Berbagai Macam Perubahan Regulasi” yang digelar Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Babel. Kegiatan berlangsung di Gedung Mahligai Rumah Dinas Gubernur, Sabtu (13/9/2025).
Menurutnya, dunia pelayanan kesehatan saat ini tengah menghadapi perubahan yang dinamis, baik dari sisi kebijakan, regulasi, maupun kompleksitas tantangan layanan.
“Seminar ini sangat relevan dan strategis, karena dunia pelayanan kesehatan terus berubah,” ujarnya.
Gubernur optimistis, melalui semangat kebersamaan, rumah sakit di Babel dapat menyesuaikan diri dengan perubahan regulasi yang ada. Dia juga berharap forum tersebut menghasilkan pemikiran dan rekomendasi yang konstruktif untuk memperkuat sistem kesehatan di Babel.
“Tujuan utama kita adalah satu, yakni mewujudkan masyarakat Babel yang sehat, produktif, dan sejahtera,” tegasnya.
Seminar turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Babel dr. Andri Nurtito, serta Plt Direktur Utama RSUD Ir. Soekarno, dr. Ria Agustine. (*/red)













