PANGKALPINANG, DAN – Sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Kota Pangkalpinang terus berkembang pesat. Namun, laju pembangunan ini diiringi permasalahan lingkungan serius, mulai dari timbunan sampah yang mencapai 180.695 ton per hari pada 2020 hingga pencemaran mikroplastik di perairan, bahkan pada ikan dan kerang yang menjadi komoditas penting.
Menjawab tantangan tersebut, sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci menumbuhkan kesadaran serta aksi nyata menjaga kelestarian lingkungan. Salah satu langkah strategis adalah mendukung program Sekolah Adiwiyata sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2013, yang bertujuan membentuk sekolah berbudaya lingkungan.
Universitas Bangka Belitung (UBB) mengambil bagian melalui program Eco-School Action di MTS Negeri 1 Pangkalpinang pada 7 Agustus 2025. Sekolah ini telah mengintegrasikan Kurikulum Merdeka dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) berbasis lingkungan, namun masih menghadapi kendala seperti rendahnya literasi limbah B3, kebiasaan penggunaan plastik sekali pakai, serta belum adanya kader adiwiyata aktif.
Kegiatan ini disambut baik Kepala MTSN 1 Pangkalpinang, Mubarok, bersama guru, tenaga kependidikan, dan siswa. Sebanyak 40 siswa kelas IX mengikuti program ini, dengan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Babel, Fianda Revina, yang memaparkan materi Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah.
LSM Yo’Kawa Babel turut hadir memandu praktik pembuatan ecobrick dan lubang biopori. Sementara itu, tim pengabdian UBB yang terdiri dari Fika Dewi Pratiwi (Prodi Manajemen Sumberdaya Perairan), Ineu Sulistiana (Prodi Matematika), dan Yulia (Prodi Agribisnis) memberikan pendampingan langsung kepada para siswa.
Dalam sesi edukasi, Fika Dewi Pratiwi menjelaskan dampak sampah plastik bagi lingkungan dan memperkenalkan pembuatan biogas skala laboratorium menggunakan bahan organik seperti kotoran sapi, enceng gondok, dan limbah cair kelapa sawit (POME). Seluruh rangkaian acara berjalan lancar dengan partisipasi aktif siswa.
Diharapkan, program ini menjadi langkah nyata menuju terwujudnya sekolah adiwiyata sekaligus berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya di bidang pendidikan, lingkungan, dan keberlanjutan. (*/ubb.ac.id)













