PangkalpinangPolitik, Hukum & Kriminal

Pangkalpinang Butuh Pemimpin Merakyat, Warga Kembali Rindukan ‘Senyum’ Molen

×

Pangkalpinang Butuh Pemimpin Merakyat, Warga Kembali Rindukan ‘Senyum’ Molen

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, DAN — Nuansa akrab dan keramahan yang pernah lekat dengan julukan Kota Beribu Senyuman kini terasa mulai memudar di tengah masyarakat. Warga Kota Pangkalpinang merindukan suasana yang dulu begitu hidup dan hangat, terutama pada masa kepemimpinan Maulana Aklil atau yang akrab disapa Bang Molen, Wali Kota periode 2018–2023.

Bagi sebagian warga, lima tahun kepemimpinan Molen menghadirkan kedekatan emosional yang tak hanya terasa saat seremoni.

“Beda dengan zaman Pak Molen. Kami ini merasa dekat dengan wali kota. Beliau sering turun langsung, tidak hanya saat seremoni. Bahkan saat kami punya keluhan, beliau sering langsung respon,” ungkap Nani, seorang pedagang kecil di Pasar Pagi, Senin (3/6/2025).

Kesaksian serupa datang dari Rendy (27), warga yang menyebut kondisi kota kini terasa berbeda. Ia menyoroti penurunan dalam kebersihan kota dan penataan fasilitas umum.

“Dulu trotoar diperbaiki, taman-taman hidup lagi. Sekarang, kita lihat sendiri lah, banyak fasilitas mulai rusak seperti Taman Dealova yang terkesan dibiarkan,” katanya.

Program-program khas era Molen, seperti Mobil Sampah Pink dan Satgas Smile yang dikelola per kelurahan, dinilai sangat menyentuh kebutuhan warga. Hingga kini, menurut warga, belum ada penambahan armada atau peningkatan layanan serupa. Revitalisasi pasar dan kawasan pemukiman padat menjadi lingkungan sehat dan produktif juga menjadi salah satu warisan yang dikenang warga.

Tak hanya infrastruktur yang membekas, tetapi juga suasana sosial yang guyub dan penuh kehangatan.

“Pak Molen itu sosok yang merakyat. Kita bisa lihat waktu beliau sering hadir di acara warga tanpa protokoler yang ribet. Rasa aman dan nyaman itu yang kami rindukan,” ujar Iskandar (43), warga Kelurahan Taman Sari.

Menjelang Pilkada 2025, kerinduan itu kini kembali mencuat. Warga berharap Pangkalpinang kembali seperti dulu, ramah, tertata, dan terasa seperti rumah. Harapan itu bukan semata soal nostalgia, tetapi tentang kebutuhan akan sosok pemimpin yang bisa menghadirkan kembali koneksi batin antara masyarakat dan pemerintah kota.

“Kami butuh wali kota yang bukan cuma pandai di podium, tapi juga hadir di lapangan. Dan itu kami lihat ada di sosok Pak Molen,” kata Ucok, pemuda dari Kecamatan Gerunggang.

Selama menjabat, Molen dikenal sebagai pemimpin tanpa sekat. Ia menyapa warga tanpa jarak, menghadirkan pelayanan publik yang cepat, tata kota yang bersih, dan pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada masyarakat. Kini, sebagian warga menilai, Pangkalpinang masih membutuhkan sentuhan tangan pemimpin seperti dirinya yang bukan hanya membangun kota, tetapi juga membangun kembali senyuman warganya. (*/red) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *