Pangkalpinang

Musrenbang RKPD Pangkalpinang 2026, Pj Wali Kota: Tetapkan Skala Prioritas, Sesuaikan Anggaran

×

Musrenbang RKPD Pangkalpinang 2026, Pj Wali Kota: Tetapkan Skala Prioritas, Sesuaikan Anggaran

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, DAN – Pemerintah Kota Pangkalpinang menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2026 di ruang pertemuan Bapperida Pangkalpinang, Kamis (20/03/2024). Dalam Musrenbang kali ini, Pj Wali Kota Pangkalpinang, M Unu Ibnudin menekankan agar hasil yang dicapai mengedepankan skala prioritas untuk menyesuaikan ketersediaan anggaran.

“Semuas aspirasi harus kita serap untuk dibahas di musrenbang. Semua kebijakan pemerintah pusat dan provinsi juga harus kita sesuaikan dan berjalan selaras. Mengingat kita juga keterbatasan anggaran, minta Bappeda menetapkan prioritas untuk dilaksanakan,” ujarnya memberi arahan.

Menurut Unu, musrenbang adalah salah satu kesempatan untuk menyampaikan aspirasi dari seluruh lapisan masyarakat. Seluruh tahapan sudah dilaksanakan di jajaran bawah, mulai tingkat RT, RW, kelurahan, kecamatan, hingga dibahas di tingkat kota saat ini. Seluruh pokok pikiran tertuang dalam musrenbang,

“Ini adalah forum yang sangat penting, yang harus betul-betul kami mohon saran dan masukan untuk diwujudkan dalam sebuah perencanaan,” katanya.

Unu menitipkan kepada seluruh peserta Musrenbang Kota yang hadir, memiliki tugas mengakomodasi seluruh keinginan dan kebutuhan masyarakat. Berbekal dengan peningkatan kualitas layanan, tuntutan untuk terus lebih baik lagi ke depan.

“Pemerintah pun punya keterbatasan dalam anggaran. Keinginannya, semua masukan bisa 100 persen terpenuhi, tetapi dengan segala keterbatasan, rancangan ini disesuaikan dengan kemampuan,” jelasnya.

Sementara itu, dalam paparannya, Kepala Bappeda Pangkalpinang, Yan Rizana menjelaskan bahwa yang menjadi prioritas daerah tahun 2026 adalah:

  • Akselerasi reformasi birokrasi dan demokrasi daerah.
  • Percepatan penanggulangan dan pengentasan kemiskinan.
  • Peningkatan akses pelayanan pendidikan dan kesejahteraan serta daya saing masyarakat.
  • Peningkatan kualitas ekonomi kerakyatan.
  • Peningkatan kualitas tata ruang wilayah berbasis kekeluargaan.
  • Peningkatan kompetensi dan keterampilan angkatan kerja sesuai kebutuhan pasa kerja.
  • Peningkatan kualitas pembangunan gender.

Kemudian, sebagai evaluasi, di tahun 2024 Pemkot Pangkalpinang juga memiliki beberapa pencapaian. Pertama, kasus stunting terendah dibandingkan kabupaten lain di Babel; Kedua, tidak ada kemiskinan ekstrem di Pangkalpinang; Ketiga, indeks SPBE tahun 2024 predikat sangat baik; Keempat, skor indeks daya saing daerah Kota Pangkalpinang sebesar 4,14 yang merupakan skor tertinggi di Babel; Kelima, indeks pelayanan publik meningkat dari kategori B menjadi A-; Keenam, realisasi investasi melebihi target Rp500 M menjadi Rp4,94 T. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *