BANGKA, DAN – Dosen Teknik Elektro Universitas Bangka Belitung (UBB), Wahri Sunanda, yang saat ini tengah menempuh pendidikan S3 di Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada (UGM), meraih penghargaan sebagai Best Presenter dalam International Conference on Green Energy and Applications (ICGEA) 2025. Program ini diselenggarakan oleh National Technological University (NTU), serta didukung oleh Singapore Institute of Electronics (IEEE) dan IEEE Power and Energy Society Singapore Chapter pada 7-9 Maret 2025 di Singapura, seperti dilansir https://www.ubb.ac.id.
Dalam konferensi ini, Wahri Sunanda memaparkan artikel ilmiah yang merupakan bagian dari penelitian doktoralnya. Penelitian tersebut mengangkat topik tentang perencanaan pengembangan pembangkit listrik dengan mempertimbangkan aspek teknis dan kebijakan untuk mendukung pencapaian target net zero emisi Indonesia, khususnya dari sektor ketenagalistrikan.
“Dengan adanya penelitian ini semoga dapat berdampak dan mampu memberikan kontribusi yang baik bagi Indonesia ke depannya,” ujarnya.
Melalui presentasi yang menarik dan substansi yang kuat, Wahri berhasil menarik perhatian dewan juri serta peserta konferensi, yang akhirnya mengantarkannya meraih penghargaan prestisius ini. Atas pencapaian ini, Ketua Tim Humas UBB, Made Muncul menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap penghargaan yang diraih oleh Wahri Sunanda.
“Kami sangat bangga atas pencapaian Bapak Wahri Sunanda yang telah mengharumkan nama Universitas Bangka Belitung di tingkat internasional. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa akademisi kita mampu bersaing dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang energi hijau dan ketenagalistrikan. Kami berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi dosen dan mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” ujar Made Muncul.
Prestasi ini menegaskan komitmen akademisi Indonesia dalam penelitian dan inovasi yang mendukung transisi energi berkelanjutan serta pencapaian target lingkungan global. Diharapkan, hasil penelitian yang dipresentasikan dalam konferensi ini dapat menjadi referensi bagi pengambil kebijakan dalam merancang strategi ketenagalistrikan di Indonesia guna mencapai target net zero emisi. (ril)













