BELITUNG TIMUR, DAN – Agenda salah satu tim sosialisasi P3MB Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (UNMUH Babel) yang berangkat ke Kabupaten Belitung Timur pada hari Senin (13/1/2025) kemarin adalah mengunjungi 3 sekolah, yaitu SMAN 1 Kelapa Kampit, SMKN 1 Kelapa Kampit dan SMAN 1 Damar seperti dilansir https://unmuhbabel.ac.id/. Kegiatan pertama dimulai dengan mengunjungi SMAN 1 Kelapa Kampit.
Ketika tim datang, adik-adik siswa kelas XII sudah siap menunggu materi di salah satu hall yang telah disediakan oleh sekolah. Materi sosialisasi dibuka dengan melontarkan pertanyaan kepada para siswa terkait minat untuk meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi.
Sebagian besar mengangkat tangannya, menunjukkan bahwa banyak dari siswa tersebut yang ingin kuliah. Meskipun demikian, masih terdapat sebagian kecil yang ternyata tidak mau kuliah karena ingin segera bekerja dan mencari uang. Melihat fenomena ini, Dosen Prodi Pariwisata, Wisnu Pramudya, S.Par., M.Sc., kemudian memberikan data-data terkait peluang kerja yang dimiliki oleh lulusan SMA.
“Begini, memang sah-sah saja kalau adik-adik ingin langsung bekerja setamat dari SMA, alih-alih memilih kuliah. Meskipun begitu, adik-adik juga perlu mempertimbangkan peluang kerjanya. Menurut data BPS, pada trimester awal tahun 2024 terdapat setidaknya 7.2 juta pengangguran di kalangan masyarakat kita yang berusia produktif, di mana 49% nya didominasi oleh lulusan SMA, 31% SMK dan hanya 6% yang bergelar sarjana. Artinya, peluang adik-adik untuk bisa mendapatkan pekerjaan selepas SMA itu 50-50, bisa dapat, bisa tidak. Hal ini akan berbeda jika adik-adik melanjutkan kuliah, karena ketika lulus nantinya, peluang kerja adik-adik meningkat hingga 94%,” ucap Wisnu.
Dalam sesi lainnya, salah satu mahasiswa asing asal Pakistan yang turut mengikuti sosialisasi ke Belitung Timur, Muhammad Zubair, juga memberikan masukan kepada adik-adik SMAN 1 Kelapa Kampit terkait hal-hal penting yang perlu diperhatikan ketika akan memilih universitas.
“Bagi saya sebagai seorang muslim, salah satu poin penting yang perlu diperhatikan ketika memilih universitas adalah memastikan apakah universitas itu memegang teguh nilai-nilai islami. Hal ini penting, mengapa, karena kita nantinya tidak hanya belajar, namun juga akan bersosialisasi dengan teman-teman dan dosen. Berada di lingkungan yang islami, dapat membantu kita untuk tetap berteman sesuai dengan batasan-batasan yang sudah ditentukan oleh agama kita,” ujarnya.
Setelah menyelesaikan kegiatan sosialisasi di SMAN 1 Kelapa Kampit, tim melanjutkan agenda ke SMKN 1 Kelapa Kampit. Namun, karena siswa kelas XII sedang mengikuti kegiatan di luar kelas, pertemuan hanya dilakukan bersama para guru. Selanjutnya, sosialisasi diteruskan ke sekolah berikutnya sesuai jadwal.
Kunjungan selanjutnya ke SMAN 1 Damar. Dalam sesi diskusi bersama dengan kepala sekolah SMAN 1 Damar, Nizar, S.Pd., sebelum memulai program sosialisasi beliau berpesan kepada tim.
“Murid-murid kami di SMAN 1 Damar yang saat ini duduk di kelas XII, khususnya siswa laki-laki, keinginannya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sangat rendah, mereka maunya langsung kerja, ikut-ikutan nambang TI, hal ini berbeda dengan siswa perempuan yang masih memiliki keinginan kuliah. Oleh karena itu, kiranya saya berpesan kepada Bapak-Ibu tim sosialisasi Unmuh Babel ini agar tidak lupa untuk memotivasi mereka agar mau melanjutkan pendidikannya,” katanya.
Mendengar pesan tersebut, ketika melakukan sosialisasi kepada para siswa, Kepala Unit P3MB Unmuh Babel, Azhar Yadi, S.E., membagikan pengalaman pahit salah satu keluarganya yang mencari untung-untungan lewat penambangan TI.
“Salah satu keluarga saya sendiri, ada yang ikut-ikutan nambang TI. Sudah investasi, keluar modal banyak jutaan rupiah, sewa mesin, kulit sampai menghitam karena terbakar matahari eh ternyata hasilnya tidak seberapa, paling-paling sehari cuma 8 ons. Jadinya, bukannya untung malah merugi. Oleh karena itu, TI ini mungkin saja diawal menghasilkan untung, tapi dalam jangka panjang tidak. Tambang pada akhirnya akan selesai. Berbeda jika adik-adik berinvestasinya ke pendidikan. Gelar pendidikan yang adik-adik miliki itu, nantinya dalam jangka panjang masih bisa terus digunakan,” pungkas Azhar. (ril/unmuh babel/adv)













