BANGKA, DAN – Pantai Kuala yang terletak di Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka atau berjarak sekitar 5 kilometer dari pusat Kota Pangkalpinang, menjadi lokasi strategis aksi peduli lingkungan yang digagas oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (UNMUH Babel) pada Sabtu, 11 Januari 2025. Dalam aksi ini, sebanyak 118 kilogram sampah berhasil dikumpulkan seperti dilansir https://unmuhbabel.ac.id/.
Kegiatan ini menjadi program kerja perdana Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNMUH Babel dalam rangka menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Ketua pelaksana kegiatan sekaligus anggota Komunitas Kreasi Pemuda Pangkalpinang (KKPP), Isham Rizqullah menjelaskan bahwa aksi ini didorong oleh keprihatinan terhadap banyaknya sampah yang mencemari berbagai wilayah di Babel.
“Ini adalah program kerja perdana BEM UNMUH Babel untuk peduli dengan lingkungan sekitar, yang masih terlihat banyak daerah kumuh akibat banyaknya sampah. Saya berharap BEM dan HIMA di lingkungan kampus dapat lebih aktif dan peka terhadap lingkungan,” ujar Isham.
Lebih lanjut, Isham menyampaikan harapannya agar seluruh organisasi otonom (ortom) di UNMUH Babel dapat bersinergi dalam kegiatan serupa.
“Semoga lebih banyak mahasiswa yang peduli, aktif, dan tergerak untuk menjaga lingkungan. Saya juga mengajak mahasiswa untuk rutin menyumbangkan botol plastik kepada LAZISMU setiap hari Jumat sebagai langkah mengurangi sampah sekaligus bersedekah,” tambahnya.
Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan, Dedy Putranto, M.Pd., memberikan apresiasi terhadap antusiasme mahasiswa yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
“Kegiatan aksi bersih pantai dan berdialog, peran anak muda dalam menjaga kelestarian lingkungan Babel ini, dilaksanakan atas inisiatif mahasiswa (BEM) dengan melibatkan DLHK Kabupaten Bangka dan DLHK Provinsi serta beberapa komunitas terkait. Kegiatan ini merupakan sebuah bentuk kepedulian dalam menjaga kelestarian alam Bangka Belitung, juga untuk meningkatkan kesadaran dan membangun generasi peduli lingkungan,” pungkasnya.
Selain mahasiswa, kegiatan ini juga turut didukung oleh berbagai pihak, termasuk Dr. Nurzaidah Putri Dalimunthe, S.Si., M.Si., selaku Kepala Bagian Kemahasiswaan dan Alumni. Ia menekankan bahwa aksi ini adalah bagian dari program mitigasi bencana melalui pengelolaan sampah di pesisir pantai.
“Kegiatan ini merupakan aksi nyata dari program mitigasi bencana dalam penanganan sampah di pesisir pantai, mitigasi ini upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko pencemaran lingkungan. Aksi Bersih Pantai dan Berdialog di Pantai Koala ini dilakukan oleh BEM berkolaborasi dengan organisasi lingkungan lainnya, ini menunjukkan komitmen dalam mengendalikan dampak sampah terhadap biota pesisir pantai,” ungkap Putri.
Pantai Kuala menjadi target program ini karena memiliki daya tarik berupa jembatan ikonik yang sering menjadi pusat aktivitas wisata. Dalam kegiatan tersebut, para peserta menelusuri pantai untuk mengumpulkan sampah plastik yang nantinya akan dipilah sesuai jenisnya, baik organik maupun anorganik, dengan tujuan akhir mendaur ulang sampah tersebut.
“Kegiatan ini juga untuk lebih mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran dan kepedulian lingkungan sekitar secara kolektif terhadap pencemaran lingkungan, upaya pengendalian risiko bencana,” pungkasnya. (ril/unmuh babel/adv)













