PANGKALPINANG, DAN – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Pangkalpinang terus memperkuat program kerja yang menyasar masyarakat kurang mampu melalui bantuan rumah layak huni. Pada Rabu (24/9/2025), Baznas secara resmi menyerahkan satu unit rumah kepada keluarga Yufron, warga Kelurahan Masjid Jamik, Kecamatan Rangkui.
Ketua Baznas Pangkalpinang, Kurnia menyampaikan bahwa pembangunan rumah ini merupakan hasil pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang disalurkan para muzaki. Ia menegaskan bahwa setiap bantuan yang digulirkan adalah bentuk nyata komitmen Baznas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Mudah-mudahan Allah meridai apa yang telah kita bangun ini. Semua berasal dari zakat, infak, dan sedekah para muzaki yang kemudian kami salurkan kepada mereka yang berhak, sesuai delapan golongan penerima zakat (asnaf) sebagaimana disebutkan dalam Alquran,” ujarnya.
Rumah bantuan untuk keluarga Yufron dibangun dengan tipe 36, berukuran 36 meter persegi, terdiri dari satu kamar tidur, satu kamar mandi, dan dilengkapi lantai keramik. Proses pembangunan dilakukan secara swakelola oleh Baznas dengan anggaran sebesar Rp56,7 juta.
Kurnia menambahkan, tahun 2025 Baznas menargetkan pembangunan tiga unit rumah, namun kemudian ditambah menjadi empat unit. Pada tahun 2026, pembangunan direncanakan menyasar empat kecamatan, yakni Tamansari, Pangkalbalam, Gabek, dan Girimaya. Program ini menjadi bagian dari prioritas kerja Baznas Pangkalpinang periode 2022–2027.
“Insya Allah, hingga akhir masa kepemimpinan kami pada Februari 2027, setiap kecamatan bisa mendapatkan pembangunan rumah layak huni. Selain rumah, kami juga tengah merencanakan pembangunan fasilitas lain seperti jembatan dan jamban untuk masyarakat,” jelasnya.
Di sisi lain, program ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Pangkalpinang. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Pangkalpinang, M. Belly Jawari, hadir langsung dalam acara penyerahan rumah tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kota Pangkalpinang, kami mengucapkan terima kasih kepada Baznas atas kontribusinya. Bantuan ini sangat membantu upaya penuntasan rumah tidak layak huni di kota kita,” katanya.
Belly menjelaskan, berdasarkan data sementara, jumlah rumah tidak layak huni di Pangkalpinang masih sekitar 2.000 unit. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor dengan Baznas, BUMN, perusahaan melalui forum CSR, serta pihak lain sangat penting untuk mempercepat penanganan.
“Harapan kami, semakin banyak pihak yang terlibat sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa merasakan hunian layak, sehat, dan nyaman,” tambahnya.
Dengan adanya program rumah layak huni Baznas, diharapkan semakin banyak keluarga kurang mampu di Kota Pangkalpinang dapat terbantu, sekaligus mendorong pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan. (tim)













