PANGKALPINANG, DAN – Pertumbuhan pesat kafe dan spot usaha baru di Kota Pangkalpinang menjadi sorotan dalam Debat Pilkada Ulang 2025 yang digelar Selasa (19/8/2025). Para calon wali kota menekankan pentingnya penataan tata ruang agar perkembangan kota tetap rapi, nyaman, serta berpihak pada pelaku usaha kecil.
Calon Wali Kota Nomor Urut 2, Maulan Aklil, menilai bahwa penataan wilayah harus segera dipetakan sesuai kawasan industri, perumahan, hingga lokasi UMKM. Ia menekankan, keberadaan kafe dan UMKM harus dilihat sebagai tanda berkembangnya Pangkalpinang.
“Dengan jumlah penduduk yang naik dari 200 ribu menjadi 256 ribu, tata kelola harus segera selesai. Program untuk UMKM Rp5–50 juta misalnya, tidak boleh membebani APBD yang terbatas,” ujarnya.
Sementara itu, Calon Nomor Urut 3, Safarudin, menyoroti belum rampungnya Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Menurutnya, hal ini berdampak pada keberlangsungan pedagang kecil yang justru kurang diperhatikan.
“Pedagang kaki lima dan pelaku mikro harus mendapat bantuan modal Rp5–50 juta rupiah agar bisa bertahan,” katanya.
Calon Nomor Urut 4, Basit Sucipto menegaskan perlunya kepala daerah yang mampu mengelola pertumbuhan ekonomi agar tidak tumpang tindih. Ia menyebut, perkembangan perumahan, pedagang kecil, dan kafe modern harus disinergikan.
“Pertumbuhan ekonomi adalah konsekuensi alami sebuah kota, maka harus dikelola dan dikomunikasikan dengan baik,” ucapnya.
Adapun Calon Nomor Urut 1, Eka Mulya Putra menekankan bahwa lonjakan pertumbuhan ekonomi Pangkalpinang dari 2023 ke 2024 sebesar 2,55 persen bukan semata hasil intervensi pemerintah, melainkan tumbuh sendiri. Oleh karena itu, pemerintah perlu hadir melalui pembinaan.
“Kuliner lokal khas harus disemarakkan agar budaya Pangkalpinang terangkat, sekaligus membina remaja yang nongkrong di kafe,” jelasnya. (tim)













