PANGKALPINANG, DAN – Peningkatan kesejahteraan guru dan tenaga kesehatan menjadi salah satu isu dalam Debat Pilkada Ulang Pangkalpinang 2025, Selasa (19/8/2025). Meski tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025–2045 sebagai target peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), data BPS menunjukkan gaji dan tunjangan bagi profesi ini masih di bawah kebutuhan hidup layak, sementara perlindungan kerja belum optimal.
Calon Wali Kota nomor urut 3, Safarudin menegaskan akan memperjuangkan pengangkatan sekitar 200 guru honor menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) melalui usulan ke pemerintah pusat.
“Tenaga guru yang masih honor sekitar 200 orang segera kita usulkan ke pemerintah pusat untuk diangkat menjadi P3K. Sertifikasi guru, termasuk guru agama, akan kita bantu dengan Rp5 juta. Untuk kesejahteraan, guru dan nakes juga akan kita berikan beasiswa,” ujarnya.
Safarudin juga sempat menyindir petahana dengan mengatakan, “Pak Molen agak kontradiktif, lima tahun terakhir APBD Pangkalpinang tidak naik, tetap Rp1 triliun. Kalau tidak mampu naikkan APBD, turun saja dari wali kota.”
Calon nomor urut 4, Basit Sucipto, menyoroti risiko yang dihadapi tenaga kesehatan. Risiko yang dimaksud, yaitu terpapar penyakit pasien dan malpraktik.
“Karena itu mereka perlu insentif berupa makanan bergizi, obat-obatan, serta pendampingan hukum bila menghadapi pengaduan pidana,” jelasnya.
Sementara itu, calon nomor urut 1, Eka Mulya Putra menilai IPM Pangkalpinang yang saat ini berada di angka 80,90. Angka tersebut masih perlu ditingkatkan.
“Kami akan memberi insentif, beasiswa, serta pelatihan dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan,” katanya.
Petahana sekaligus calon nomor urut 2, Maulan Aklil menegaskan bahwa selama ia menjabat, guru dan tenaga kesehatan telah mendapatkan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) serta kenaikan honor.
“Selama saya menjabat, guru dan tenaga kesehatan sudah mendapat TPP dan kenaikan honor. Jumlahnya ada 3.000 orang, jadi insentif harus realistis sesuai kemampuan APBD. Jalan keluarnya, kita tingkatkan PAD bersama-sama,” tegasnya. (tim)













