HeadlinePangkalpinang

Revitalisasi Pesisir dan Penataan Infrastruktur Jadi Kunci Bang Molen Wujudkan Pangkalpinang Ramah Lingkungan dan Ekonomi Kuat 

×

Revitalisasi Pesisir dan Penataan Infrastruktur Jadi Kunci Bang Molen Wujudkan Pangkalpinang Ramah Lingkungan dan Ekonomi Kuat 

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, DAN – Upaya menjadikan Pangkalpinang sebagai kota ramah lingkungan dan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat menjadi bagian dari prioritas kepemimpinan Maulan Aklil (Bang Molen) selama periode 2018–2023. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah revitalisasi kawasan pesisir, termasuk Pantai Pasir Padi, serta pembangunan dan perbaikan infrastruktur di berbagai sudut kota.

“Kami ingin Pangkalpinang menjadi kota yang ramah lingkungan dan memiliki daya tarik wisata yang kuat,” ujar Bang Molen saat berbincang dengan media ini, Jumat (30/5/2025).

Program revitalisasi pesisir tidak hanya memperindah wajah kota, tetapi juga memberi dampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal, terutama pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Pantai Pasir Padi yang dulunya semrawut mulai tertata rapi, ramai pengunjung, dan menjadi titik hidupnya ekonomi wisata.

Namun, dalam setahun terakhir, wajah Pantai Pasir Padi kembali memudar. Warung-warung berdiri tanpa penataan, kursi-kursi pedagang mendesak garis pantai, dan kawasan wisata ini mulai kehilangan pesonanya. Warga berharap Pantai Pasir Padi bisa kembali dikelola secara baik agar layak menjadi ikon wisata Kota Beribu Senyuman.

Selain kawasan wisata, Bang Molen juga menaruh perhatian pada pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada kenyamanan warga. Kota Pangkalpinang kini terlihat lebih bersih, tertata, dan hidup dengan ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga.

Selama lima tahun kepemimpinannya, sejumlah fasilitas umum dibangun dan diperbaiki, termasuk jalan, taman kota, sekolah, dan puskesmas. Akses layanan dasar semakin mudah dijangkau warga.

“Pendidikan dan kesehatan adalah investasi masa depan. Dengan SDM yang berkualitas, Pangkalpinang akan lebih maju,” tegasnya.

Di bidang ekonomi, Bang Molen menggencarkan program pelatihan kewirausahaan, pemberdayaan UMKM, dan kemudahan akses permodalan. Hal ini turut membantu mendorong roda ekonomi di tingkat masyarakat bawah.

Meski berbagai capaian telah diraih, Molen mengakui bahwa tantangan masih ada, terutama dalam keterbatasan anggaran dan persoalan sosial ekonomi yang belum sepenuhnya tuntas.

“Tentu ada tantangannya, tapi kami terus berupaya memberikan yang terbaik untuk masyarakat Pangkalpinang,” akunya.

Molen juga dikenal sebagai sosok pemimpin yang sering turun langsung ke lapangan. Dari pasar hingga sekolah, dari gang kecil hingga kantor layanan publik, Dia aktif menyerap aspirasi masyarakat. Pendekatan ini menjadikan dirinya lebih dekat dan akrab dengan warga.

Nani (51), pedagang di Pasar Pagi Pangkalpinang, mengaku merasakan dampak langsung dari perbaikan infrastruktur yang dilakukan pemerintah kota.

“Jalan di sekitar pasar sudah diperbaiki, jadi lebih mudah berjualan dan pembeli juga lebih nyaman,” tuturnya.

Sejumlah warga juga berharap agar ke depan perhatian lebih diarahkan pada pemerataan pembangunan, khususnya di daerah-daerah pinggiran kota yang belum tersentuh secara optimal.

Selama lima tahun, Bang Molen telah meninggalkan sejumlah jejak pembangunan yang nyata. Mulai dari penataan kawasan pesisir, penguatan ekonomi masyarakat, hingga pembangunan infrastruktur dasar. Namun seperti yang diungkap banyak warga, keberlanjutan program-program ini menjadi harapan besar agar Pangkalpinang terus melangkah menjadi kota yang tidak hanya ramah lingkungan, tapi juga kuat secara ekonomi dan nyaman bagi seluruh warganya. (*/red) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *