MILAN, DAN – AC Milan sukses mempermalukan rival sekotanya, Inter Milan, dengan kemenangan 3-1 dalam laga Derby della Madonnina pada pekan ke-10 kompetisi Serie A. Hasil ini sekaligus menjadi kekalahan pertama Inter di liga musim ini.
Kemenangan tersebut menjadi momentum kebangkitan Milan setelah sebelumnya terpeleset saat menghadapi Bologna. Tambahan tiga poin membuat Rossoneri semakin mendekati Inter di papan klasemen, dengan selisih kini hanya empat poin.
Milan langsung tampil agresif sejak awal pertandingan. Strategi pelatih Ruben Amorim terbukti efektif dalam mengejutkan pertahanan Inter yang diasuh Cristian Chivu.
Christian Pulisic membuka keunggulan Milan ketika pertandingan baru berjalan empat menit. Memanfaatkan umpan silang Moreira dari sisi kanan, Pulisic berhasil menyambut bola dengan sundulan tanpa mendapat pengawalan berarti.
Tekanan Milan berlanjut. Pada menit ke-10, Adrien Rabiot menggandakan keunggulan tuan rumah melalui penyelesaian akurat setelah menerima situasi sepak pojok yang kembali dieksekusi Moreira.
Tertinggal dua gol dalam waktu singkat, Inter berusaha bangkit dan mulai mengambil alih penguasaan permainan. Upaya tersebut membuahkan hasil melalui Alessandro Bastoni yang memperkecil ketertinggalan lewat sundulan setelah memanfaatkan sepak pojok.
Inter bahkan hampir menyamakan kedudukan. Namun, penjaga gawang Milan, Mike Maignan, tampil gemilang dengan menggagalkan peluang berbahaya dari Spence. Maignan juga mampu mengantisipasi sejumlah tembakan dari luar kotak penalti yang dilepaskan Hakan Calhanoglu dan Sucic.
Ketika Inter berusaha mengejar ketertinggalan, Milan justru kembali menjauh. Menjelang turun minum, Moreira mencetak gol ketiga Rossoneri melalui tendangan bebas dari luar kotak penalti. Eksekusi kaki kirinya meluncur akurat dan membawa Milan unggul 3-1 hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, Inter mencoba meningkatkan intensitas serangan. Chivu memasukkan Piotr Zielinski dan Henrikh Mkhitaryan untuk memperkuat lini tengah sekaligus menghidupkan kreativitas permainan.
Namun, perubahan tersebut belum mampu memberikan dampak signifikan. Serangan Inter masih terlihat lambat dan mudah dibaca oleh barisan pertahanan Milan.
Chivu kemudian memasukkan sejumlah pemain menyerang, termasuk Ange-Yoan Bonny dan Pio Esposito, untuk menambah daya gedor. Milan merespons dengan memasukkan beberapa pemain segar guna menjaga keseimbangan permainan.
Milan bahkan hampir menambah keunggulan melalui Cissè. Tembakannya dari luar kotak penalti mengarah ke bawah mistar gawang, tetapi masih mampu ditepis kiper Inter, Josep Martinez, menjadi sepak pojok.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-1 tetap bertahan untuk kemenangan AC Milan.
Chivu Akui Inter Salah Mengawali Pertandingan
Kekalahan tersebut menjadi pukulan bagi Inter, terutama karena mereka sebelumnya belum pernah menelan kekalahan di kompetisi liga musim ini.
Pelatih Inter, Cristian Chivu, mengakui timnya melakukan kesalahan dalam pendekatan awal pertandingan. Ia juga menilai para pemain perlu kembali menemukan semangat juang yang selama ini menjadi kekuatan Nerazzurri.
“Rasanya menyakitkan kalah dalam Derby, terutama karena kami mengharapkan hasil berbeda. Kami salah dalam pendekatan pertandingan, tetapi ada juga hal positif yang bisa diambil,” ujar Chivu setelah pertandingan.
Ia menilai Inter sebenarnya memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan setelah berhasil memperkecil skor menjadi 2-1. Namun, penyelamatan gemilang Maignan menggagalkan peluang tersebut.
Chivu juga menjelaskan bahwa Inter harus melakukan sejumlah penyesuaian akibat kondisi beberapa pemain yang tidak sepenuhnya bugar.
“Kami harus melakukan improvisasi karena sejumlah masalah yang dihadapi. Pio sedang tidak dalam kondisi baik, sementara Bonny juga baru pulih dari kondisi yang kurang sehat hingga sore hari sebelum pertandingan,” jelasnya.
Meski demikian, Chivu tidak ingin menjadikan kondisi tersebut sebagai alasan untuk mengabaikan kekurangan timnya. Ia menyoroti sikap dan mentalitas pemain yang dinilai perlu segera diperbaiki.
“Kami harus menemukan kembali semangat juang yang lebih konsisten kami tunjukkan musim lalu. Kami perlu kembali rendah hati, tetap membumi, menunjukkan determinasi lebih besar, serta meningkatkan konsistensi,” tegas Chivu.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Milan yang dinilainya tampil sangat baik sepanjang pertandingan.
Kendati kecewa dengan hasil derby, Chivu meminta anak asuhnya segera bangkit. Inter sudah ditunggu pertandingan penting lainnya di Rotterdam pada Selasa mendatang.
“Kalah dalam derby memang menyakitkan, tetapi kami harus merespons, memulihkan kondisi, dan kembali menemukan mentalitas yang tepat karena masih ada pertandingan penting di Rotterdam pada Selasa,” pungkasnya.
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Milan untuk terus menekan persaingan di papan atas Serie A. Sementara bagi Inter, kekalahan perdana musim ini menjadi peringatan bahwa konsistensi dan mentalitas tim masih harus dibenahi jika ingin mempertahankan posisi di jalur perebutan gelar. (*/legaseriea.it/inter.it)















