PANGKALPINANG, DAN – Pemerintah Kota Pangkalpinang mulai mematangkan persiapan peringatan Hari Jadi Kota Pangkalpinang ke-269 dengan mengedepankan kolaborasi bersama sektor swasta dan sponsor. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap kebijakan efisiensi fiskal, sehingga pelaksanaan rangkaian kegiatan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Hari Jadi Kota Pangkalpinang yang digelar di Smart Room Center (SRC) Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Jumat (7/8/2026). Rapat diikuti kepala perangkat daerah serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyusun linimasa dan pembagian tugas setiap instansi dalam menyukseskan peringatan hari jadi kota.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Pangkalpinang, Agustu Affendi mengatakan, rapat perdana tersebut menjadi tahapan awal penyusunan agenda kegiatan yang akan berlangsung hingga puncak peringatan pada 17 September 2026. Menurutnya, penyusunan timeline sejak dini diperlukan agar seluruh OPD memiliki waktu yang cukup untuk menyiapkan program dan dukungan sesuai tugas masing-masing.
“Hari ini kita membahas rapat awal perdana panitia pelaksana Hari Jadi Pangkalpinang ke-269. Kita menyusun timeline sebagai panduan rangkaian agenda masing-masing OPD. Tujuannya agar setiap OPD bisa menyiapkan jadwalnya sejak jauh hari,” ujarnya.
Agustu menjelaskan, rangkaian peringatan sebenarnya telah dimulai sejak akhir Agustus melalui sejumlah agenda pendahuluan, termasuk Gebyar Maulid. Berbagai kegiatan tersebut disiapkan sebagai bagian dari momentum menyambut hari jadi ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu.
Pada puncak peringatan 17 September mendatang, Pemerintah Kota Pangkalpinang dijadwalkan menggelar upacara bendera di halaman Kantor Wali Kota. Agenda kemudian dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada para mantan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang sebelum mengikuti Rapat Paripurna Istimewa di Gedung DPRD Kota Pangkalpinang.
Sementara itu, konsep malam puncak masih dalam tahap pembahasan. Panitia mempertimbangkan Alun-Alun Taman Merdeka maupun lokasi alternatif sebagai pusat kegiatan yang akan diisi dengan hiburan masyarakat, pembagian hadiah, Pangkalpinang Berselawat, serta ramah tamah di Masjid Agung Kubah Timah.
Menurut Agustu, keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan untuk mengurangi kualitas penyelenggaraan peringatan Hari Jadi Kota Pangkalpinang. Karena itu, pemerintah membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha, sponsor, dan berbagai pihak untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan kegiatan.
“Di era sekarang tentu kita sedang penyesuaian fiskal, tidak ada lagi kegiatan seremonial yang murni menggunakan APBD. Maka dari itu kita mengajak pihak sponsor dan korporasi untuk saling mendukung,” katanya.
Agustu berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat mampu menghadirkan peringatan Hari Jadi Kota Pangkalpinang yang tetap khidmat sekaligus meriah. Semangat gotong royong dinilai menjadi kunci agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung sukses meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
“Harapan kita kegiatan tetap berjalan lancar dan meriah. Mari kita bersama-sama bergotong-royong memeriahkan peringatan Hari Jadi Kota Pangkalpinang ke-269 ini,” pungkasnya. (*/tim)














