PANGKALPINANG, DAN – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) menjadikan Kontes Durian Lokal Tingkat Provinsi Babel 2026 sebagai langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus melestarikan kekayaan sumber daya genetik durian lokal yang menjadi salah satu komoditas unggulan daerah. Melalui ajang tersebut, pemerintah berharap lahir lebih banyak varietas durian unggul yang mampu bersaing di pasar nasional, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Gubernur Babel, Hidayat Arsani, melalui Sekretaris Kontes Durian Lokal Babel 2026, Dinar, mengatakan, penyelenggaraan kontes ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan plasma nutfah durian lokal. Menurutnya, kekayaan varietas durian Babel merupakan aset daerah yang harus terus dijaga dan dikembangkan.
“Kontes durian lokal ini menjadi salah satu upaya Pemprov Babel untuk menjaga keberlanjutan sumber daya genetik buah sekaligus memperkuat ketahanan pangan sebagai salah satu penggerak perekonomian masyarakat,” katanya di Pangkalpinang, Rabu (1/7/2026).
Selain menjadi ajang pelestarian, kontes tersebut juga diharapkan mampu mendorong lahirnya varietas-varietas unggulan baru yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Keberadaan durian unggul dinilai dapat meningkatkan daya saing produk lokal serta membuka peluang pasar yang lebih luas.
Dinar mengajak seluruh petani maupun pemilik pohon induk durian unggulan di Bangka Belitung untuk berpartisipasi dalam kontes tersebut. Pendaftaran dibuka secara gratis mulai 1 hingga 7 Juli 2026.
“Silakan para petani dan pemilik pohon durian unggulan di Bangka Belitung ikut berpartisipasi meramaikan kontes ini,” ujarnya.
Kontes Durian Lokal Babel 2026 dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli 2026 di Pelangas, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat. Kegiatan ini terbuka bagi seluruh masyarakat yang memiliki pohon induk durian unggulan.
Di tengah musim panen yang sedang berlangsung, durian lokal Babel kembali menjadi primadona masyarakat. Buah khas daerah ini tidak hanya diminati karena cita rasa dan aromanya yang khas, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai komoditas ekonomi yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.
Berbagai sentra penjualan durian tampak ramai di sejumlah wilayah. Selain dijual dalam bentuk buah segar, durian lokal juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan yang bernilai tambah.
Salah satu pelaku usaha durian premium di Pangkalpinang, Anti, mengaku telah menekuni usaha tersebut selama tujuh tahun karena melihat tingginya permintaan pasar terhadap durian lokal Babel. Menurutnya, pasokan durian diperoleh langsung dari petani di berbagai daerah penghasil, seperti Penagan, Kota Kapur, Mesu, serta sejumlah wilayah lainnya di Pulau Bangka. Kemitraan dengan petani lokal menjadi kunci dalam menjaga kontinuitas pasokan dan kualitas buah.
Anti menjelaskan, Babel memiliki beragam varietas durian lokal dengan karakteristik yang berbeda-beda, mulai dari bentuk pohon, daun, bunga, hingga kualitas buah. Kekayaan varietas tersebut menjadi modal penting dalam pengembangan durian sebagai komoditas unggulan daerah.
Beberapa varietas yang banyak diminati konsumen di antaranya Cumasi, Super Tembaga, Mentega, Lemak Manis, dan Lemak Pahit. Masing-masing memiliki cita rasa khas dengan daging buah tebal, tekstur lembut, rasa manis legit berpadu sedikit pahit, serta aroma yang kuat.
“Keunggulan setiap varietas terlihat dari warna daging buah, ketebalan isi, aroma, hingga cita rasanya. Keunikan inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen,” ujar Anti.
Sebelum dipasarkan, seluruh durian melalui proses penyortiran untuk memastikan kualitas tetap terjaga. Anti juga memberikan garansi kepada pelanggan apabila durian yang dibeli rusak, hambar, atau belum matang.
Tingginya permintaan membuat usahanya mampu menjual rata-rata sekitar 200 butir durian setiap hari. Selain melayani konsumen lokal, pemasaran durian premium tersebut juga telah menjangkau pembeli dari luar daerah.
Di sisi lain, penjualan durian dengan harga terjangkau yang banyak dijajakan pedagang di kawasan Bukit Dialova Pangkalpinang juga tetap diminati masyarakat. Kondisi ini menunjukkan bahwa durian lokal Babel memiliki pangsa pasar yang luas, mulai dari segmen premium hingga konsumen umum.
Salah seorang warga Pangkalpinang, Yanti, menilai kualitas durian lokal Bangka Belitung tidak kalah dibandingkan durian dari berbagai daerah lain di Indonesia. Menurutnya, cita rasa, tekstur, dan kualitas buah menjadi alasan utama masyarakat terus mencari durian lokal.
“Durian lokal Babel mampu bersaing dengan daerah lain. Kebetulan saya mendapatkan durian yang lembut, manis, dan harganya juga terjangkau, mulai Rp15 ribu per buah,” katanya.
Melalui penyelenggaraan Kontes Durian Lokal 2026, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung berharap potensi durian lokal tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga berkembang menjadi komoditas unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ekonomi masyarakat, serta memperluas daya saing produk hortikultura Babel di tingkat nasional. (*/red)














