PANGKALPINANG, DAN – Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin resmi melantik 40 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang, Jumat (27/3/2026). Dalam pelantikan tersebut, ia menegaskan pentingnya integritas, pelayanan, dan profesionalisme sebagai fondasi utama aparatur sipil negara (ASN) menghadapi tantangan zaman.
Pelantikan yang berlangsung di Ruang Betason, Kantor Wali Kota Pangkalpinang ini tidak hanya menjadi seremoni administratif, tetapi juga momentum penguatan komitmen ASN sebagai pelayan publik yang adaptif dan berintegritas. Para PNS yang baru dilantik diharapkan mampu menjawab tuntutan perubahan, khususnya dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dalam sambutannya, Prof. Saparudin menekankan bahwa integritas merupakan pondasi utama dalam menjalankan tugas sebagai ASN. Ia mengingatkan bahwa tantangan kerja ke depan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyangkut moralitas dan godaan yang dapat memengaruhi kinerja.
“Integritas adalah benteng utama. Tanpa itu, sulit untuk bertahan sampai akhir dalam menjalankan tugas,” tegasnya.
Selain itu, Wali Kota menyoroti pentingnya orientasi pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, ASN harus memahami bahwa tugas utama mereka adalah melayani, bukan dilayani, sehingga dibutuhkan kesabaran, keikhlasan, dan kesungguhan dalam bekerja.
“Harus melayani dengan sepenuh hati, bukan minta dilayani,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa profesionalisme menjadi tuntutan yang tidak dapat dihindari di era modern. Perkembangan teknologi yang pesat mengharuskan setiap ASN untuk terus belajar dan mampu beradaptasi agar tetap relevan.
“Orang yang mampu memaksimalkan teknologi akan bertahan dan maju,” katanya.
Prof. Saparudin juga menekankan pentingnya kerja sama tim dalam lingkungan birokrasi. Ia berharap para PNS tidak bekerja secara individual, melainkan mampu bersinergi dengan atasan dan rekan kerja guna menciptakan kinerja yang efektif dan produktif.
Selain itu, para ASN didorong untuk terus belajar, baik dari regulasi maupun pengalaman di lapangan. Kreativitas dan produktivitas juga dinilai penting dalam menghadapi berbagai kondisi, termasuk tantangan ekonomi saat ini. (*/tim)













