BangkaDaerah

Masuk Tiga Besar Nasional Inovasi Kelas Ayah Idaman, Bidan Juli Artika di Bangka Jalani Verifikasi Kemendukbangga/BKKBN

×

Masuk Tiga Besar Nasional Inovasi Kelas Ayah Idaman, Bidan Juli Artika di Bangka Jalani Verifikasi Kemendukbangga/BKKBN

Sebarkan artikel ini

BANGKA, DAN – Inovasi dalam meningkatkan keterlibatan ayah pada kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga mengantarkan Tempat Praktik Mandiri Bidan Juli Artika di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, masuk dalam tiga besar nasional penyelenggara Kelas Ayah Idaman. Program yang mendorong keterlibatan suami dalam mendampingi istri selama kehamilan hingga pascapersalinan tersebut dinilai memiliki komitmen dan inovasi dalam mendukung keberhasilan program Keluarga Berencana Pasca Persalinan (KBPP).

Atas capaian tersebut, Tim Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) melalui Direktorat Bina Kesehatan Reproduksi melakukan verifikasi lapangan di tempat praktik Bidan Juli Artika, Kamis (5/11/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari penilaian Apresiasi, Komitmen, Sinergitas dan Inovasi (VAKSIN) untuk memastikan kesesuaian antara laporan pelaksanaan program dengan kondisi di lapangan.

Verifikasi dilakukan oleh tim Direktorat Bina Kesehatan Reproduksi Kemendukbangga dengan didampingi Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Sebelumnya, penilaian telah dilakukan melalui evaluasi secara daring sebelum peserta terpilih mengikuti tahapan verifikasi tingkat nasional.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Perwakilan BKKBN Babel, Yudi Rafani mengatakan Tempat Praktik Mandiri Bidan Juli Artika berhasil memperoleh penilaian terbaik di tingkat provinsi. Hasil tersebut mengantarkan Bidan Juli Artika menjadi salah satu peserta yang mewakili Bangka Belitung dalam penilaian tingkat nasional.

“Hari ini tim dari Direktorat Bina Kesehatan Reproduksi Kemendukbangga melakukan verifikasi secara langsung untuk memastikan bahwa program Ayah Idaman telah dilaksanakan dengan baik. Sebelumnya, kami juga telah melakukan evaluasi melalui pertemuan daring dan mendapatkan hasil yang baik. Verifikasi lapangan ini menjadi bagian dari penilaian untuk pemberian penghargaan tingkat nasional,” jelasnya.

Menurut Yudi, Kelas Ayah Idaman menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan keterlibatan suami atau calon ayah dalam mendampingi istri sejak masa kehamilan, persalinan, hingga setelah melahirkan. Melalui edukasi tersebut, para ayah diharapkan tidak hanya menjalankan peran sebagai pencari nafkah, tetapi juga terlibat aktif dalam menjaga kesehatan reproduksi, pengasuhan anak, serta perencanaan kehamilan berikutnya.

Salah satu inovasi yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan program tersebut adalah pemberian potongan biaya persalinan sebesar 50 persen bagi suami yang mengikuti Kelas Ayah Idaman, apabila istrinya melakukan persalinan di tempat praktik Bidan Juli Artika. Selain insentif tersebut, peserta juga memperoleh bantuan sembako yang disediakan dari dana pribadi Bidan Juli.

Perwakilan Direktorat Bina Kesehatan Reproduksi Kemendukbangga, dr. Sheilla Virarisca mengatakan, verifikasi lapangan Tim VAKSIN bertujuan untuk melakukan pemantauan dan penilaian terhadap pelaksanaan program sekaligus mendorong percepatan pelayanan KB pascapersalinan.

“Berdasarkan hasil penilaian di tingkat pusat, Bidan Juli Artika terpilih sebagai salah satu dari tiga terbaik dari 34 provinsi dalam penyelenggaraan Kelas Ayah Idaman untuk mendukung program KB pascapersalinan. Karena itu, kami datang untuk melihat secara langsung pelaksanaan program tersebut,” ungkapnya.

Dokter Sheilla menilai Bidan Juli Artika memiliki komitmen dan inovasi dalam memberikan edukasi kepada para suami mengenai pentingnya mendampingi istri selama kehamilan, masa nifas, hingga penggunaan kontrasepsi setelah persalinan. Keterlibatan suami dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kesadaran keluarga untuk merencanakan kehamilan secara sehat dan mengatur jarak kelahiran.

Menurut dr. Sheilla, pemberian voucher potongan biaya persalinan dan bantuan sembako merupakan pendekatan inovatif untuk mendorong partisipasi suami dalam kegiatan edukasi. Melalui pendekatan tersebut, diharapkan semakin banyak ayah yang memahami pentingnya mendukung istri dalam menentukan pilihan kontrasepsi setelah melahirkan.

Sementara itu, Bidan Juli Artika mengaku haru dan bahagia atas apresiasi yang diberikan Kemendukbangga/BKKBN terhadap upaya yang selama ini dilakukannya dalam membina Kelas Ayah Idaman. Ia menyebut pencapaian tersebut menjadi pengalaman berharga, sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan program edukasi bagi para suami.

“Saya merasa bahagia mendapatkan apresiasi ini karena berhasil masuk tiga terbaik dari 34 provinsi. Sejujurnya, seumur hidup saya belum pernah mendapatkan apresiasi seperti ini. Ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya dan juga keluarga,” ungkapnya.

Juli menjelaskan, Kelas Ayah Idaman mulai dilaksanakan sejak Juli 2026. Dalam praktiknya, edukasi diberikan kepada para suami ketika mendampingi istri menjalani pemeriksaan kehamilan, termasuk saat pemeriksaan ultrasonografi (USG).

Materi edukasi mencakup kesehatan reproduksi, pentingnya pendampingan suami selama kehamilan, serta perencanaan penggunaan kontrasepsi setelah persalinan. Selain edukasi secara langsung, Bidan Juli juga memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan informasi dan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya keterlibatan ayah dalam kesehatan ibu dan anak.

Selama empat bulan pelaksanaan, program tersebut disebut menunjukkan perkembangan positif, terutama terhadap peningkatan jumlah peserta KB pascapersalinan di tempat praktiknya. Capaian ini menjadi salah satu indikator bahwa pendekatan edukasi dengan melibatkan suami dapat membantu meningkatkan kesadaran keluarga terhadap pentingnya perencanaan kehamilan.

Melalui penilaian dan pemberian apresiasi terhadap Kelas Ayah Idaman, Kemendukbangga/BKKBN berharap inovasi yang dilakukan Bidan Juli Artika dapat menjadi contoh bagi tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Keterlibatan ayah diharapkan semakin kuat dalam mendukung kesehatan reproduksi, pelayanan KB pascapersalinan, pengaturan jarak kelahiran, serta terwujudnya keluarga berkualitas. (*/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *