BangkaDaerahPendidikan & Budaya

Pertumbuhan Mahasiswa UBB Picu Dinamika Sosial, PPID Dorong Desa Informatif dan Harmonis

×

Pertumbuhan Mahasiswa UBB Picu Dinamika Sosial, PPID Dorong Desa Informatif dan Harmonis

Sebarkan artikel ini

BANGKA, DAN – Pertumbuhan jumlah mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) turut membawa perubahan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di kawasan sekitar kampus, khususnya Desa Balunijuk, Kabupaten Bangka. Kondisi tersebut membutuhkan penguatan komunikasi, keterbukaan informasi publik, serta kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, mahasiswa, dan masyarakat untuk menjaga hubungan sosial yang harmonis.

Isu tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan Sosialisasi Desa Informatif yang digelar Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) UBB di Balai Desa Balunijuk, Senin (2/11/2026). Kegiatan ini diikuti 30 peserta yang berasal dari aparatur Desa Balunijuk, Desa Pagarawan, dan Desa Jade Bahrin, termasuk unsur Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Mengusung tema “Mewujudkan Desa Informatif dan Harmonis melalui Penguatan Komunikasi, Keterbukaan Informasi, dan Kolaborasi Masyarakat dengan Mahasiswa”, sosialisasi tersebut menjadi ruang dialog untuk membangun pemahaman bersama mengenai pelayanan informasi publik dan dinamika kehidupan masyarakat di sekitar lingkungan kampus.

Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (BAKK) UBB, Hesty, S.Si., M.Pd., yang membuka kegiatan secara resmi, mengatakan bahwa interaksi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa penting untuk mendorong peningkatan kualitas layanan informasi. Menurutnya, berbagai gagasan dan inovasi dari aparatur desa dapat menjadi masukan bagi UBB dalam mengembangkan pelayanan informasi yang lebih baik.

“Kami berharap melalui sosialisasi ini, UBB dapat memperoleh berbagai ide dan inovasi dari aparatur Desa Balunijuk, Pagarawan, dan Jade Bahrin yang dapat menjadi masukan dalam pengembangan dan peningkatan kualitas layanan informasi di UBB,” ujar Hesty.

Dalam kesempatan yang sama, Dosen Sosiologi UBB, Herza, S.Sos., M.A., memaparkan materi bertajuk “Balunijuk sebagai Lokus Hunian Mahasiswa UBB: Menakar Potensi dan Persoalan Sosial yang Muncul”. Ia menjelaskan, perkembangan UBB dalam beberapa tahun terakhir telah memberikan pengaruh terhadap perubahan sosial dan aktivitas ekonomi masyarakat Balunijuk.

Herza memaparkan, pada 2010 UBB memiliki sekitar 1.000 mahasiswa dengan 19 program studi. Jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 4.000 mahasiswa dengan 20 program studi pada 2020, hingga mencapai sekitar 11.000 mahasiswa dan 36 program studi pada 2026.

Pertumbuhan tersebut turut mendorong berkembangnya berbagai aktivitas ekonomi masyarakat, seperti usaha rumah kos, rumah makan, kafe, dan pusat jajanan. Peningkatan jumlah mahasiswa juga menciptakan perputaran ekonomi yang semakin besar di kawasan Balunijuk.

“Sekarang makin banyak kegiatan mahasiswa, makin banyak rumah makan, rumah kos, tempat kafe dan pusat jajanan. Makin banyak perputaran uang di Balunijuk,” ungkap Herza.

Namun, menurutnya, pertumbuhan tersebut juga menghadirkan tantangan sosial. Perbedaan kebiasaan, pola komunikasi, serta proses penyesuaian mahasiswa terhadap nilai dan norma masyarakat setempat menjadi hal yang perlu diperhatikan agar hubungan antara mahasiswa dan warga tetap terjaga dengan baik.

Karena itu, Herza mendorong pemerintah desa untuk membuka ruang kolaborasi dengan mahasiswa UBB melalui berbagai kegiatan pemerintahan desa maupun program pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, keberadaan mahasiswa tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga dapat berkontribusi secara langsung terhadap pembangunan desa.

Persoalan lain yang menjadi perhatian dalam sosialisasi tersebut adalah ketertiban administrasi kependudukan, khususnya terkait keberadaan mahasiswa dan pendatang yang tinggal di lingkungan desa. Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan Desa Balunijuk, Nuryadi, yang hadir mewakili kepala desa, menegaskan pentingnya pelaporan identitas bagi setiap pendatang baru.

Nuryadi menyampaikan bahwa pendatang diwajibkan melaporkan diri dalam waktu 1 x 24 jam dengan menyerahkan dokumen identitas. Pemilik rumah kos juga berkewajiban melaporkan data identitas penghuni kepada pemerintah desa sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban administrasi dan keamanan lingkungan.

Sosialisasi tersebut turut dihadiri Kaur Umum Desa Jade Bahrin, Siti Zulaiha, serta Kaur Perencanaan Desa Pagarawan, Setia Ariska. Kehadiran perwakilan dari tiga desa tersebut memperluas ruang diskusi mengenai pengelolaan administrasi, pelayanan informasi, dan hubungan sosial antara masyarakat dengan lingkungan perguruan tinggi.

Selain membahas dinamika sosial dan administrasi kependudukan, kegiatan ini juga memberikan pemahaman mengenai keterbukaan informasi publik. Materi yang disampaikan mencakup hak masyarakat dalam memperoleh informasi, kewajiban badan publik menyediakan informasi secara transparan dan akurat, serta pemanfaatan media komunikasi, termasuk website desa.

Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai tugas dan fungsi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), klasifikasi informasi publik, serta pengelolaan dokumentasi dan prosedur pelayanan informasi. Pemahaman tersebut dinilai penting untuk mendukung transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.

Sebagai tindak lanjut, berbagai masukan, gagasan, dan inovasi yang disampaikan aparatur Desa Balunijuk, Pagarawan, dan Jade Bahrin akan diteruskan kepada pimpinan UBB sebagai bahan evaluasi dan pertimbangan pengembangan kinerja PPID.

Melalui kegiatan ini, PPID UBB berharap dapat memperkuat kualitas pelayanan informasi publik, meningkatkan kemudahan akses informasi, serta membangun layanan yang lebih transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antara kampus dan pemerintah desa juga diharapkan terus berkembang sehingga keberadaan perguruan tinggi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan sosial di sekitarnya. (*/ubb.ac.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *