Pangkalpinang

Pemkot Pangkalpinang Siapkan Satgas PU untuk Percepat Penanganan Banjir

×

Pemkot Pangkalpinang Siapkan Satgas PU untuk Percepat Penanganan Banjir

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, DAN – Pemerintah Kota Pangkalpinang akan membentuk satuan tugas (Satgas) dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk mengintensifkan pembersihan bandar dan saluran drainase di sejumlah wilayah rawan banjir. Satgas tersebut direncanakan mulai disiapkan pada 2027 dan akan ditempatkan di setiap kecamatan dengan melibatkan partisipasi masyarakat setempat.

Rencana tersebut disampaikan Wali Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin, saat meninjau lokasi banjir di Kelurahan Rejosari, Kecamatan Pangkalbalam, Jumat (30/10). Menurutnya, pembentukan Satgas PU diharapkan dapat membuat kegiatan pembersihan saluran air dan sungai lebih terkoordinasi serta dilakukan secara rutin.

“Insyaallah tahun depan kita siapkan Satgas dari PU untuk membersihkan bandar dan selokan agar lebih masif lagi. Nanti kita siapkan di setiap kecamatan,” katanya.

Saparudin menjelaskan, Kelurahan Rejosari merupakan salah satu kawasan yang kerap mengalami banjir, terutama ketika hujan deras terjadi bersamaan dengan kondisi air laut pasang. Kondisi tersebut menyebabkan aliran air tidak dapat mengalir secara optimal sehingga meningkatkan potensi genangan di permukiman warga.

Saparudin mengatakan, pembersihan saluran air di kawasan tersebut selama ini telah dilakukan melalui kegiatan gotong royong bersama masyarakat. Namun, banjir masih kerap terjadi karena terdapat kendala teknis dalam proses normalisasi sungai dan saluran air.

Salah satu kendala yang dihadapi pemerintah daerah adalah keterbatasan akses bagi alat berat untuk menjangkau kawasan sungai. Jalan inspeksi yang sudah tidak tersedia serta posisi rumah warga yang berdekatan dengan aliran sungai membuat pengerahan alat berat, seperti ekskavator (PC), menjadi sulit dilakukan.

“Sulit untuk kita menurunkan PC karena jalan inspeksi sudah tidak ada dan rumah warga yang mepet dengan sungai. Jadi, kita imbau warga jangan lagi membangun rumah dekat sungai agar sungai mudah kita bersihkan,” ujarnya.

Selain pembentukan Satgas PU, Wali Kota juga meminta para lurah, ketua RT, dan RW untuk lebih aktif menggerakkan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan gotong royong, khususnya membersihkan bandar dan saluran drainase di sekitar permukiman, diharapkan dapat dilakukan secara rutin.

Selain Rejosari, Pemkot Pangkalpinang juga menetapkan sejumlah kawasan lain sebagai fokus penanganan banjir, yakni Kelurahan Bintang, kawasan Gedung Nasional, dan Pasar Pagi. Pembersihan bandar, selokan, dan sungai di wilayah tersebut akan terus didorong sebagai salah satu upaya mengurangi potensi banjir.

“Genas, Kampung Bintang, dan Pasar Pagi juga menjadi fokus kita untuk rutin bergotong royong membersihkan selokan dan sungai agar dapat mengurangi potensi banjir,” tutupnya. (*/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *