PANGKALPINANG, DAN – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Bangka Belitung (UIW Babel) membangun EcoFABA Legacy Park sebagai kawasan hijau yang memadukan penghijauan dengan pemanfaatan material sisa pembakaran batu bara atau Fly Ash and Bottom Ash (FABA). Bertepatan dengan peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 Tahun 2026, kawasan ini dikembangkan sebagai wujud kepedulian lingkungan sekaligus warisan bagi generasi mendatang melalui kontribusi seluruh pegawai PLN yang menyumbangkan pohon untuk ditanam dan dirawat bersama.
EcoFABA Legacy Park berlokasi di area belakang Kantor PLN UIW Babel. Selain ditanami berbagai jenis pohon dan tanaman, kawasan tersebut memanfaatkan FABA sebagai bahan pembuatan batako untuk mendukung penataan fasilitas taman.
Pemanfaatan material FABA menjadi bagian dari upaya PLN mendorong prinsip ekonomi sirkular, yakni mengolah material sisa menjadi produk yang memiliki nilai guna. Melalui konsep ini, pembangunan taman tidak hanya berorientasi pada penghijauan, tetapi juga memperkenalkan pemanfaatan kembali material sisa pembangkitan listrik secara lebih produktif dengan tetap memperhatikan ketentuan teknis yang berlaku.
General Manager PLN UIW Babel, Ira Savitri mengatakan, EcoFABA Legacy Park memiliki makna khusus karena dibangun melalui kontribusi sukarela seluruh pegawai. Menurutnya, setiap pohon yang ditanam merepresentasikan kepedulian individu yang disatukan untuk memberikan manfaat lingkungan dalam jangka panjang.
“Yang membuat taman ini istimewa bukan semata-mata karena pohon yang kita tanam atau material yang kita manfaatkan, tetapi karena ada kepedulian seluruh insan PLN di dalamnya. Setiap pohon merupakan sumbangan pegawai, sebuah kontribusi sederhana yang ketika disatukan menjadi sesuatu yang besar. Kami ingin HLN ke-81 meninggalkan warisan yang bukan hanya dikenang, tetapi terus tumbuh dan memberikan manfaat,” ujarnya, Selasa (27/10/2026).
Ira menjelaskan, inisiatif tersebut juga mencerminkan semangat kebersamaan di lingkungan PLN UIW Babel. Setiap pegawai, terlepas dari tugas dan tanggung jawabnya, memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam menciptakan perubahan positif bagi lingkungan. Dia berharap pohon-pohon yang ditanam dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat pada masa mendatang, termasuk setelah para pegawai yang berkontribusi tidak lagi bertugas di lokasi tersebut.
“Suatu saat nanti, mungkin kita sudah tidak lagi bertugas di sini. Tetapi pohon-pohon yang kita tanam hari ini diharapkan tetap tumbuh, memberikan keteduhan, dan menjadi bagian dari lingkungan yang dinikmati generasi berikutnya. Itulah legacy yang ingin kita tinggalkan. Bukan tentang nama siapa yang dikenang, melainkan tentang manfaat apa yang tetap hidup setelah kita melanjutkan pengabdian di tempat lain,” tambahnya.
Menurut Ira, keberlanjutan program tidak berhenti pada kegiatan penanaman pohon. Perawatan tanaman dan pemeliharaan kawasan menjadi faktor penting agar manfaat penghijauan dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Menanam pohon mungkin hanya membutuhkan waktu beberapa menit, tetapi merawatnya hingga tumbuh besar membutuhkan komitmen bertahun-tahun. Karena itu, kami ingin EcoFABA Legacy Park menjadi tanggung jawab bersama. Pohon-pohon ini adalah titipan kepedulian seluruh pegawai yang harus kita jaga agar manfaatnya benar-benar dapat diwariskan,” ungkapnya.
Pengembangan EcoFABA Legacy Park juga menjadi bagian dari upaya PLN UIW Babel mendorong keselarasan antara pembangunan sektor energi dan pelestarian lingkungan. Di tengah tanggung jawab menjaga keandalan pasokan listrik, perusahaan menempatkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai salah satu aspek penting dalam komitmen keberlanjutan.
Melalui kawasan tersebut, PLN UIW Babel berharap semangat penghijauan, pemanfaatan material sisa pembangkitan, dan tanggung jawab antargenerasi dapat terus tumbuh. Peringatan ke-81 HLN pun dimanfaatkan sebagai momentum untuk menghadirkan karya bersama yang diharapkan memberikan manfaat lingkungan jauh setelah rangkaian perayaan berakhir. (*/red)















