PANGKALPINANG, DAN – Peringatan Hari Jadi ke-269 Kota Pangkalpinang diisi dengan kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan yang digelar di Masjid Agung Kubah Timah, Kamis (17/9/2026) malam. Kegiatan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pangkalpinang, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Pangkalpinang, serta Pengurus Masjid Agung Kubah Timah. Selain zikir dan doa, kegiatan juga diisi dengan santunan bagi 269 anak yatim dan piatu serta penyerahan sertifikat halal kepada pelaku UMKM.
Ketua MUI Kota Pangkalpinang, KH Zainuddin Alwi mengatakan, kegiatan zikir dan doa menjadi salah satu cara untuk mengenang jasa para pahlawan dan pejuang sekaligus mensyukuri kemerdekaan serta perjalanan panjang Kota Pangkalpinang. Menurutnya, perayaan kemerdekaan maupun hari jadi daerah tidak hanya perlu diisi dengan berbagai kegiatan hiburan, tetapi juga dapat diimbangi dengan kegiatan keagamaan.
“Alangkah baiknya mengenang jasa pahlawan dan pejuang di Pangkalpinang dirayakan dengan berzikir dan berdoa,” ujarnya.
Zainudin mencontohkan, perayaan kemerdekaan di sejumlah daerah umumnya diisi dengan perlombaan dan kegiatan hiburan. Karena itu, menurutnya, kegiatan tersebut dapat diimbangi dengan zikir dan doa sebagai bentuk rasa syukur.
“Di banyak desa merayakan kemerdekaan dengan lomba dan pesta. Kita imbangin dengan berzikir dan berdoa, bersyukur atas kemerdekaan dan hari jadi Pangkalpinang,” katanya.

Zainuddin juga menyampaikan sejumlah program MUI Pangkalpinang yang menurutnya merupakan bentuk pemanfaatan bantuan dan dana hibah untuk kembali diberikan kepada masyarakat. Salah satunya melalui program fasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku UMKM. Ia menyebut, sebanyak sembilan UMKM telah mendapatkan fasilitasi sertifikat halal dan datanya telah disampaikan kepada LPPOM Babel.
“Ini program MUI agar UMKM di Pangkalpinang punya sertifikat halal, sehingga masyarakat tidak ragu mengonsumsi. Ini program setiap tahun,” ujarnya.
Selain itu, MUI Pangkalpinang bekerja sama dengan BAZNAS Kota Pangkalpinang memberikan santunan kepada 269 anak yatim dan piatu, menyesuaikan dengan usia Kota Pangkalpinang yang memasuki usia ke-269 tahun. Dia berharap doa dari anak-anak yatim dan piatu menjadi keberkahan bagi Kota Pangkalpinang, khususnya bagi Wali Kota dan jajaran pemerintah dalam menjalankan tugas.
“Mudah-mudahan dengan doa anak yatim dan piatu, Wali Kota dan jajaran dalam memimpin Kota Pangkalpinang dimudahkan,” katanya.
Santuni 269 Anak

Wakil Ketua BAZNAS Kota Pangkalpinang, H. Paidi mengatakan, santunan tersebut pada awalnya direncanakan untuk diberikan kepada 81 orang dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, setelah dilakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Pangkalpinang, jumlah penerima kemudian disesuaikan menjadi 269 anak sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-269 Kota Pangkalpinang.
“Awalnya dalam rangka merayakan kemerdekaan, BAZNAS siap memfasilitasi santunan 81 orang. Setelah koordinasi dengan Pemkot, sekalian hari jadi menjadi 269 orang,” katanya.
Paidi menyebut, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk realisasi kepedulian organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang terhadap masyarakat yang membutuhkan. Dia juga menyampaikan apresiasi kepada para muzaki yang telah mempercayakan zakat maupun kelebihan hartanya melalui BAZNAS Kota Pangkalpinang untuk disalurkan kepada umat.
“Terima kasih kepada para muzaki yang menitipkan kelebihan harta di BAZNAS Kota Pangkalpinang untuk umat,” ujarnya.
Wali Kota Ajak Masyarakat Perbanyak Zikir dan Infaq

Sementara itu, Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin mengajak, masyarakat untuk terus menjaga dan memelihara bumi Pangkalpinang. Menurutnya, salah satu bentuk upaya tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan keagamaan, termasuk zikir dan doa.
“Mari memelihara bumi Pangkalpinang, salah satunya berzikir malam ini,” katanya.
Saparudin menjelaskan, zikir merupakan salah satu bentuk mengingat Allah. Dengan memperbanyak mengingat Allah, ia berharap masyarakat Pangkalpinang memperoleh keberkahan dan kehidupan yang semakin sejahtera.
“Zikir itu mengingat Allah. Insyaallah Allah akan memberikan berbagai kenikmatan sehingga masyarakat Kota Pangkalpinang ke depan semakin sejahtera,” ujarnya.
Saparudin juga menekankan pentingnya kepedulian terhadap anak yatim dan masyarakat kurang mampu melalui zakat dan infaq. Ia berharap BAZNAS dapat memperluas jangkauan pengumpulan zakat hingga tingkat kelurahan dan masjid sehingga masyarakat semakin mudah menunaikan kewajibannya.
“BAZNAS kita kalau bisa sampai ke kelurahan, masjid-masjid, dan zakat ini dipungut. Kalau perlu ke rumah-rumah,” katanya.
Menurut Saparudin, kewajiban berinfaq tidak hanya berkaitan dengan kepedulian sosial, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat keimanan kepada Allah. Ia pun mengajak agar kegiatan zikir tidak berhenti pada momentum peringatan hari jadi, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di tengah masyarakat.
“Terima kasih, mudah-mudahan zikir tidak hanya malam ini. Saya minta MUI sering ke masjid-masjid mengajak masyarakat berzikir. Kalau kita ingat kepada Allah, Allah akan ingat kepada kita,” tuturnya.

Kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna, Ketua TP PKK Kota Pangkalpinang Susanti Saparudin, sejumlah kepala OPD, serta perwakilan organisasi masyarakat Islam di Kota Pangkalpinang. Dalam kegiatan tersebut, penyerahan santunan kepada anak yatim dan piatu dilakukan secara simbolis. Selain itu, sertifikat halal juga diserahkan kepada sejumlah pelaku UMKM sebagai bagian dari program pemberdayaan dan pendampingan usaha masyarakat di Kota Pangkalpinang. (*)















