PANGKALPINANG, DAN – Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin mengajak masyarakat memperbanyak kegiatan majelis ilmu dan majelis taklim sebagai sarana memperkuat keimanan sekaligus membentuk hati dan akhlak yang lebih baik. Ajakan tersebut disampaikan Saparudin saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Kubah Timah, Kota Pangkalpinang, Senin (31/8/2026) malam. Menurutnya, kajian keislaman tidak semestinya hanya digelar pada momentum tertentu seperti Maulid Nabi, tetapi perlu dilakukan secara rutin di masjid maupun tempat lainnya.
“Majelis-majelis ilmu seperti ini, majelis-majelis taklim seperti ini kalau bisa sebanyak mungkin frekuensinya dilaksanakan, baik di masjid-masjid maupun di tempat-tempat yang lain,” ujarnya.
Saparudin menjelaskan, berbagai aktivitas ibadah, mulai dari salat berjemaah, doa hingga zikir kepada Allah SWT, merupakan bagian dari ikhtiar membentuk qalbun salim, yakni hati yang bersih, sehat dan tenteram. Menurutnya, penguatan kegiatan keagamaan di tengah masyarakat penting agar nilai-nilai yang dipelajari tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
Saparudin mengatakan majelis zikir dan majelis taklim juga dapat menjadi ruang untuk membentuk pribadi ulul albab, yakni orang-orang yang mampu berpikir mendalam, bertafakur dan melakukan perenungan terhadap berbagai hal. Proses tersebut, kata dia, diharapkan mengantarkan manusia menuju jiwa yang tenteram atau nafsul muthmainnah.
“Doa ini akan menghantarkan kita menuju akhlak-akhlak Rasulullah, jiwa-jiwa yang tentram, nafsul muthmainnah,” katanya.
Menurut Saparudin, kebersihan hati dan ketenteraman jiwa pada akhirnya akan tercermin melalui perilaku seseorang. Dari proses tersebut diharapkan lahir akhlak mulia, perkataan yang baik serta kecenderungan untuk melakukan berbagai kebaikan.
“Insyaallah ketika itu ada di dalam jiwa kita, ada di dalam diri kita, maka akan lahirlah akhlak-akhlak yang mulia. Akhlak-akhlak perilaku yang cenderung kepada kebaikan,” tuturnya.
Saparudin berharap masyarakat Pangkalpinang semakin dekat dengan akhlak Rasulullah SAW, menjadi pribadi yang dapat dipercaya, senantiasa menebar kebaikan dan menjalani kehidupan hingga memperoleh husnul khatimah.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Badan Pengelola Masjid Agung Kubah Timah, H. Johan Muhammad Nasir, mengatakan pihaknya mendorong agar kegiatan majelis ilmu dan majelis taklim dapat digelar lebih sering. Menurutnya, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran dan pembinaan keagamaan bagi masyarakat.
“Majelis-majelis ilmu seperti ini, majelis-majelis taklim seperti ini kalau bisa sebanyak mungkin frekuensinya dilaksanakan, baik di masjid-masjid maupun di tempat-tempat yang lain,” ujar Johan.
Johan menyebut kegiatan keagamaan menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperdalam ilmu sekaligus memperbaiki kualitas diri. Ia berharap materi yang disampaikan para penceramah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga memberikan dampak nyata bagi jamaah.
Johan juga menyampaikan apresiasi kepada para guru dan penceramah yang telah hadir mengisi kajian dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut. Johan berharap kegiatan tersebut menjadi amal kebaikan bagi seluruh pihak yang terlibat sekaligus memberikan manfaat bagi jamaah.
“Kita berkumpul di hari yang baik, di tempat yang baik bersama orang baik. Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala menjadikan kegiatan kita menjadi kegiatan tempat kebaikan,” ujarnya. (*/tim)














