Nasional & InternasionalOlahraga

10 Tim Berambisi Comeback ke Piala Dunia 2030, Italia hingga Chile Siap Bangkit

×

10 Tim Berambisi Comeback ke Piala Dunia 2030, Italia hingga Chile Siap Bangkit

Sebarkan artikel ini
Italia bertekad membuktikan bahwa mereka masih mampu membangun tim yang solid dari deretan talenta individu yang dimiliki sekaligus mengakhiri kutukan di babak kualifikasi menjelang Piala Dunia 2030. (Sumber Foto: fifa.com)

PIALA Dunia FIFA 2026 telah resmi berakhir. Seiring berakhirnya turnamen terbesar dalam sejarah yang diikuti 48 negara, perhatian publik sepak bola dunia kini mulai tertuju pada Piala Dunia 2030 yang akan menjadi edisi istimewa karena bertepatan dengan 100 tahun penyelenggaraan turnamen paling bergengsi tersebut.

Di balik suksesnya Piala Dunia 2026, terdapat sejumlah negara besar yang justru gagal tampil. Padahal, beberapa di antaranya merupakan mantan juara dunia, finalis, hingga langganan tampil di putaran final.

Berikut 10 negara yang diprediksi akan menjadikan Piala Dunia 2030 sebagai momentum kebangkitan mereka.

Italia Ingin Akhiri Kutukan

Italia menjadi sorotan utama setelah kembali gagal lolos ke Piala Dunia. Juara dunia empat kali itu kini telah melewatkan tiga edisi secara beruntun, sebuah catatan yang belum pernah terjadi dalam sejarah Azzurri.

Di bawah arahan Gennaro Gattuso, Italia diharapkan mampu membangun generasi baru sekaligus mengakhiri kutukan di babak kualifikasi.

Denmark Bertekad Bangkit

Denmark nyaris tampil di Piala Dunia 2026 sebelum langkah mereka terhenti di babak play-off. Tim berjuluk De Rod-Hvide kini memiliki harapan besar di bawah pelatih Brian Riemer dengan skuad yang dinilai memiliki kualitas untuk kembali bersaing di level dunia.

Polandia Siapkan Regenerasi

Polandia diperkirakan memasuki era baru seiring bertambahnya usia Robert Lewandowski. Negara yang pernah dua kali finis di peringkat ketiga Piala Dunia itu mulai menyiapkan regenerasi demi kembali bersaing di ajang empat tahunan tersebut.

Hungaria Ingin Akhiri Penantian Panjang

Sudah hampir empat dekade Hungaria tidak tampil di Piala Dunia sejak terakhir kali berlaga pada 1986. Meski gagal lolos ke edisi 2026, performa mereka di beberapa turnamen Eropa menjadi modal optimisme untuk bangkit.

Rumania Bangun Generasi Baru

Rumania yang pernah mencapai perempat final Piala Dunia 1994 juga masih berusaha mengembalikan kejayaan. Kehadiran Gheorghe Hagi sebagai pelatih kembali memunculkan harapan bagi Tricolorii untuk kembali ke panggung dunia.

Nigeria Andalkan Talenta Melimpah

Nigeria kembali gagal lolos setelah tersingkir di babak play-off antarkonfederasi. Meski demikian, Super Eagles tetap diyakini memiliki potensi besar berkat melimpahnya pemain berkualitas yang berkarier di berbagai liga Eropa.

Kamerun Ingin Kembali Jadi Kekuatan Afrika

Kamerun yang pernah menjadi tim Afrika pertama mencapai perempat final Piala Dunia pada 1990 juga menatap edisi 2030 dengan penuh optimisme. Konsistensi menjadi pekerjaan rumah terbesar bagi Les Lions Indomptables.

Chile Berharap Regenerasi Berhasil

Setelah tiga kali berturut-turut gagal lolos ke Piala Dunia, Chile kini fokus melakukan regenerasi. La Roja berharap mampu melahirkan generasi baru yang dapat mengembalikan prestasi era Alexis Sanchez dan Arturo Vidal.

Peru Benahi Produktivitas Gol

Peru tampil kurang meyakinkan sepanjang kualifikasi Piala Dunia 2026. Minimnya produktivitas gol menjadi perhatian utama yang harus segera dibenahi apabila ingin kembali tampil di putaran final.

Kosta Rika Bangun Generasi Baru

Kosta Rika yang sempat mencuri perhatian pada Piala Dunia 2014 kini mulai membangun skuad muda. Los Ticos berharap proses regenerasi berjalan sukses sehingga mampu mempertahankan status sebagai salah satu kekuatan utama di kawasan Concacaf.

Edisi Sejarah Menjadi Motivasi

Piala Dunia 2030 dipastikan memiliki makna tersendiri karena menjadi peringatan satu abad penyelenggaraan turnamen sepak bola terbesar di dunia. Bagi sepuluh negara tersebut, ajang ini bukan hanya kesempatan kembali tampil di panggung dunia, tetapi juga momentum untuk mengembalikan kejayaan yang sempat hilang. (*/fifa.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *