BELITUNG, DAN – PT TIMAH Tbk melanjutkan pembaruan Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) melalui Focus Group Discussion (FGD) di Kabupaten Belitung, Kamis (2/7/2026). Kegiatan ini menjadi forum untuk menyerap aspirasi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan guna menyusun program pemberdayaan masyarakat yang lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan selaras dengan kebutuhan daerah.
FGD yang digelar di Gedung Serba Guna Kantor Bupati Belitung tersebut dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Belitung, organisasi perangkat daerah, camat, kepala desa, tokoh masyarakat, serta instansi terkait di wilayah operasional perusahaan. Pembaruan dokumen RIPPM dilakukan sebagai upaya PT TIMAH memastikan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung, Marzuki mengapresiasi pelaksanaan FGD sebagai ruang kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan dalam menyelaraskan program pemberdayaan masyarakat dengan arah pembangunan daerah. Menurutnya, keberadaan perusahaan diharapkan tidak hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas peluang usaha, serta memperkuat kemandirian masyarakat.
Marzuki menilai, RIPPM merupakan instrumen strategis untuk memastikan seluruh program pengembangan masyarakat berjalan terarah, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata. Sejumlah sektor dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui program pemberdayaan, seperti pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, pertanian, perikanan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kita mengajak seluruh elemen masyarakat memanfaatkan setiap program yang dijalankan sebagai kesempatan untuk menjadi pelaku pembangunan, bukan hanya penerima manfaat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah Belitung, Martoni mengatakan, pembaruan RIPPM penting dilakukan karena dinamika sosial, ekonomi, dan lingkungan terus berkembang sehingga kebutuhan masyarakat juga mengalami perubahan. Ia berharap PT TIMAH dapat menyerap aspirasi lokal secara komprehensif dan menyusun program yang memiliki dampak luas, berkelanjutan, serta benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Melalui rangkaian FGD pembaruan RIPPM di wilayah operasionalnya, PT TIMAH menegaskan komitmennya untuk membangun sinergi bersama pemerintah dan masyarakat dalam menghadirkan program pemberdayaan yang adaptif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*/timah.com)














