Pangkalpinang

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT TIMAH Perkuat Komitmen Reklamasi, Konservasi, dan Transisi Energi

×

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT TIMAH Perkuat Komitmen Reklamasi, Konservasi, dan Transisi Energi

Sebarkan artikel ini
Sumber Foto: timah.com

PANGKALPINANG, DAN – Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi pengingat penting bagi dunia industri untuk terus memperkuat praktik bisnis yang berkelanjutan. PT TIMAH (Persero) Tbk menegaskan komitmennya dalam pengelolaan lingkungan melalui berbagai program reklamasi, rehabilitasi lahan, konservasi keanekaragaman hayati, hingga pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan.

Sebagai perusahaan pertambangan yang beroperasi di berbagai wilayah, PT TIMAH memastikan aktivitas operasional berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerapan prinsip Good Mining Practices yang mengintegrasikan aspek pengelolaan lingkungan ke dalam seluruh proses bisnis perusahaan.

Dalam menjalankan operasionalnya, PT TIMAH menerapkan berbagai kebijakan pengelolaan lingkungan yang berfokus pada identifikasi risiko, pengendalian dampak, serta pencegahan pencemaran. Langkah ini dilakukan untuk memastikan aktivitas pertambangan tetap memberikan manfaat ekonomi tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan lingkungan.

Salah satu program utama yang terus diperkuat adalah reklamasi dan rehabilitasi lahan pascatambang secara berkelanjutan. Program ini tidak hanya berfokus pada revegetasi, tetapi juga mendorong pemanfaatan lahan agar memiliki nilai ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.

Sejumlah kawasan reklamasi yang dikembangkan perusahaan bahkan telah menjadi ruang edukasi lingkungan. Di antaranya Kampoeng Reklamasi Air Jangkang di Kabupaten Bangka dan Kampong Reklamasi Selinsing di Kabupaten Belitung Timur yang kini menjadi contoh pemanfaatan lahan pascatambang yang produktif dan berkelanjutan.

Selain itu, lahan bekas tambang yang telah dikelola juga dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui budidaya ikan air tawar yang memberikan nilai tambah bagi kawasan pascatambang.

“Keberlanjutan bisnis harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Karena itu, perusahaan terus memperkuat berbagai program pengelolaan lingkungan, reklamasi, konservasi, hingga pelestarian keanekaragaman hayati sebagai bagian dari komitmen pengelolaan lingkungan berkelanjutan,” ujar Departement Head Corporate Communication PT TIMAH (Persero) Tbk, Anggi Siahaan.

Dalam aspek konservasi, PT TIMAH juga memperkuat perlindungan flora dan fauna di wilayah operasional perusahaan. Sejak 2018, PT TIMAH bekerja sama dengan Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Alobi Foundation untuk melakukan penyelamatan, rehabilitasi, hingga pelepasliaran satwa liar.

Berbagai jenis satwa yang telah direhabilitasi dan dikembalikan ke habitat alaminya antara lain penyu lekang, bulus atau labi-labi, kura-kura pipi putih, kukang, ayam jambul, mentilin, trenggiling, dan satwa lainnya. Sepanjang periode 2019 hingga 2025, sebanyak 3.169 satwa berhasil dilepasliarkan ke habitat alaminya.

Upaya pelestarian lingkungan juga dilakukan melalui pemantauan keanekaragaman hayati secara berkala di kawasan operasional perusahaan. Pemantauan tersebut mencakup pengamatan biota laut, plankton, hingga mangrove sebagai bagian dari evaluasi kualitas lingkungan.

PT TIMAH juga terus memperluas program rehabilitasi ekosistem pesisir melalui pengembangan coral garden dan rehabilitasi mangrove. Program ini menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem laut sekaligus mendukung keberlanjutan sumber daya pesisir.

“Pengelolaan lingkungan bukan hanya tentang meminimalkan dampak operasional, tetapi juga bagaimana menghadirkan kembali fungsi ekologis dan sosial dari kawasan yang telah dikelola melalui program reklamasi dan rehabilitasi yang juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” tambah Anggi.

Selain fokus pada rehabilitasi lingkungan, PT TIMAH turut memperkuat komitmen terhadap transisi energi dan efisiensi energi guna mendukung target dekarbonisasi perusahaan. Saat ini sekitar 60,1 persen kebutuhan energi operasional perusahaan telah menggunakan biodiesel B35 dan B40 sebagai sumber energi utama.

Perusahaan juga memanfaatkan energi baru terbarukan melalui pemasangan sistem Solar PV On Grid di Kampoeng Reklamasi Air Jangkang, Kampong Reklamasi Selinsing, serta di salah satu anak perusahaan, PT Timah Industri yang berlokasi di Cilegon.

Sepanjang tahun 2025, PT TIMAH berhasil menurunkan konsumsi energi sebesar 68.763 gigajoule melalui berbagai program efisiensi operasional, optimalisasi peralatan produksi, dan implementasi sistem manajemen energi. Seluruh pengelolaan energi tersebut mengacu pada standar internasional ISO 50001 serta regulasi pemerintah terkait konservasi energi.

Melalui berbagai program pengelolaan lingkungan yang dijalankan, PT TIMAH berkomitmen untuk terus menerapkan praktik pertambangan yang bertanggung jawab. Perusahaan juga berupaya menciptakan keseimbangan antara keberlanjutan bisnis, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*/timah.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *