PangkalpinangPendidikan & Budaya

Pemkot Pangkalpinang Dukung Pembangunan SLB YPAC, Penantian 40 Tahun Akhirnya Terwujud

×

Pemkot Pangkalpinang Dukung Pembangunan SLB YPAC, Penantian 40 Tahun Akhirnya Terwujud

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, DAN – Momen bersejarah bagi dunia pendidikan inklusif di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) akhirnya terwujud. Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Pangkalpinang melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) YPAC di Jalan Kelompok, Kelurahan Jerambah Gantung, Kecamatan Gabek, Pangkalpinang, Rabu (3/6/2026).

Ketua Pembina YPAC Pangkalpinang, Andy Fikri mengaku bangga dan terharu karena pembangunan sekolah tersebut merupakan hasil perjuangan panjang yang telah dinantikan selama hampir empat dekade.

“Hari ini menjadi hari yang sangat bersejarah bagi kami. Kurang lebih 40 tahun menunggu, akhirnya YPAC Pangkalpinang memulai pembangunan sekolahnya sendiri,” ujarnya dalam sambutannya.

Andy menyampaikan apresiasi kepada Djohan Riduan Hasan yang telah menghibahkan lahan untuk mendukung pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus di Babel. Menurutnya, lokasi pembangunan dipilih di kawasan Kerabut karena mempertimbangkan aksesibilitas para siswa yang sebagian besar berasal dari wilayah Pangkalbalam hingga Sungailiat.

Proses pengadaan lahan sendiri telah dimulai sejak beberapa tahun lalu. Pada 2018, YPAC berhasil menyelesaikan berbagai tahapan administrasi dan ganti rugi kepada masyarakat yang terdampak.

“Alhamdulillah pada 2018 seluruh proses dapat diselesaikan dengan baik. Terima kasih kepada pihak kelurahan yang telah memfasilitasi seluruh proses tersebut,” katanya.

Selanjutnya, pada 2019, YPAC memperoleh sertifikat lahan seluas 1,4 hektare. Setelah sertifikat terbit, pihak yayasan mengajukan proposal pembangunan kepada Pemprov Babel dan sempat mendapatkan persetujuan alokasi anggaran sebesar Rp5 miliar melalui APBD Provinsi. Namun rencana tersebut tertunda akibat pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

“Ketika itu seluruh anggaran pemerintah difokuskan untuk penanganan pandemi. Dana pembangunan yang sudah direncanakan akhirnya dialihkan untuk kebutuhan penanganan Covid-19,” jelasnya.

Tidak ingin menyerah, pada akhir 2022 seluruh organ YPAC menggelar Family Gathering dan menyepakati komitmen bersama untuk mengumpulkan dana pembangunan secara mandiri.

“Kami meminta keikhlasan seluruh organ yayasan untuk menyisihkan sebagian penghasilannya. Sampai hari ini guru-guru dan seluruh organ yayasan masih terus menyumbang untuk pembangunan SLB ini,” ungkapnya.

Selain dukungan internal, YPAC juga menerima bantuan dari berbagai pihak, termasuk organisasi IIKT, dan sejumlah donatur, yang turut mendukung penggalangan dana pembangunan. Dana yang terkumpul kemudian digunakan untuk membangun pagar keliling sebagai penanda bahwa lahan tersebut merupakan aset milik yayasan.

Andy juga menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Babel yang telah memfasilitasi komunikasi dengan Kementerian Pendidikan, serta kepada PT Timah yang selama ini meminjamkan asetnya untuk digunakan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar YPAC.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Timah yang selama ini telah membantu dan meminjamkan fasilitasnya sehingga kegiatan pendidikan tetap berjalan,” ujarnya.

Pembangunan SLB YPAC Pangkalpinang akan dimulai lima bulan ke depan dan diharapkan segera dapat digunakan untuk mendukung layanan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Bangka Belitung.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna menyambut baik dimulainya pembangunan sekolah tersebut. Menurutnya, kehadiran SLB YPAC akan memperkuat akses pendidikan inklusif bagi masyarakat Kota Pangkalpinang dan Bangka Belitung secara umum.

“Pemerintah Kota Pangkalpinang memberikan apresiasi atas semangat dan perjuangan luar biasa yang ditunjukkan keluarga besar YPAC. Ini adalah bentuk nyata kepedulian terhadap hak pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus,” katanya.

Dessy menegaskan bahwa Pemkot Pangkalpinang mendukung keberadaan dan pengembangan YPAC sesuai kemampuan dan kondisi keuangan daerah yang tersedia.

“Di tengah keterbatasan fiskal yang ada, Pemerintah Kota tetap berkomitmen memberikan dukungan sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran daerah. Kami berharap pembangunan ini berjalan lancar dan dapat segera dimanfaatkan oleh para siswa,” ujarnya.

Dessy juga mengajak seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, dan para pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung penyelesaian pembangunan SLB YPAC sebagai investasi sosial dan pendidikan jangka panjang bagi Bangka Belitung.

“Ini bukan hanya tugas pemerintah atau yayasan semata, tetapi menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan anak-anak berkebutuhan khusus mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak dan berkualitas,” pungkasnya. (tim) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *