BangkaDaerahPendidikan & BudayaPolitik, Hukum & Kriminal

UBB dan Polda Babel Teken Kerja Sama Penguatan Pendidikan, Riset, dan Pengabdian Masyarakat

×

UBB dan Polda Babel Teken Kerja Sama Penguatan Pendidikan, Riset, dan Pengabdian Masyarakat

Sebarkan artikel ini

BANGKA, DAN – Universitas Bangka Belitung (UBB) menjalin kerja sama strategis dengan Kepolisian Daerah (Polda) Babel melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada Kamis, 5 Maret 2026, di Ruang Betason I, Kampus Terpadu Balunijuk, Kabupaten Bangka. Kerja sama ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan institusi kepolisian dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UBB, Devi Valeriani mengatakan, kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka ruang kerja sama yang lebih luas antara dunia akademik dan kepolisian.

“Ke depan, mahasiswa dapat melakukan penelitian di kepolisian. Mahasiswa dari program studi hukum maupun ilmu sosial dan ilmu politik tentu akan memiliki banyak tema penelitian yang berkaitan dengan isu-isu kepolisian,” ujarnya.

Devi menjelaskan, kerja sama ini mencakup berbagai program strategis, di antaranya penyelenggaraan perkuliahan program sarjana dan pascasarjana melalui jalur kelas kerja sama, pembentukan pusat studi kepolisian, pengembangan kajian ilmiah dan penelitian, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Sementara itu, Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Babel, Komisaris Besar Polisi Rimsyahtono menekankan pentingnya kolaborasi antara kepolisian dan kalangan akademisi dalam menekan angka kejahatan. Ia menuturkan bahwa pada tahun 1990-an pernah dilakukan penelitian di sebuah kota oleh akademisi dari perguruan tinggi luar negeri yang mengkaji hubungan antara jumlah personel polisi dengan tingkat kriminalitas.

Pemerintah saat itu menambah jumlah personel kepolisian dengan harapan angka kejahatan menurun. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan jumlah polisi tidak secara signifikan menurunkan tingkat kriminalitas.

“Dari sinilah kemudian berkembang konsep kepolisian yang bersifat prediktif, di mana polisi harus mampu memprediksi potensi yang akan terjadi ke depan,” ujarnya.

Menurut Rimsyahtono, saat ini kepolisian mengembangkan program Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) yang membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Adapun ruang lingkup kerja sama yang disepakati meliputi pengembangan kegiatan akademik, penelitian bersama, program edukasi hukum dan keamanan, serta berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan penandatanganan kerja sama tersebut dihadiri Wakil Rektor III Bidang Perencanaan, Sistem Informasi, dan Kerja Sama UBB Hamsani, Dekan Fakultas Hukum Jeanne Darc Noviayanti Manik, Dekan Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Kelautan Riwan Kusmiadi, Dekan Fakultas Sains dan Teknik Eka Sari Wijianti, serta sejumlah pimpinan fakultas dan perwakilan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UBB.

Dari pihak Polda Kepulauan Bangka Belitung hadir Dirbinmas Komisaris Besar Polisi Ridwan, Kabidkum Komisaris Besar Polisi Afner Juwono, Kabidhumas Komisaris Besar Polisi Agus Sugiyarso, serta Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kepulauan Bangka Belitung Komisaris Besar Polisi Norul Hidayat bersama jajaran pimpinan lainnya.

Usai penandatanganan kerja sama, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan posko pusat studi kepolisian sebagai salah satu bentuk implementasi kolaborasi antara UBB dan Polda Babel. Melalui kerja sama ini, kedua institusi diharapkan dapat memperkuat sinergi antara dunia akademik dan institusi penegak hukum dalam menghasilkan kajian ilmiah, pengembangan sumber daya manusia, serta berbagai program edukasi yang berkontribusi pada peningkatan keamanan dan ketertiban masyarakat di Babel. (*/ubb.ac.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *